Sejarah Nama Kompetisi Liga Indonesia: Dari Perserikatan Kini Super League

Galih Prasetyo | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2025 | 15:14 WIB
Sejarah Nama Kompetisi Liga Indonesia: Dari Perserikatan Kini Super League
Sejarah Nama Kompetisi Liga Indonesia: Dari Perserikatan Kini Super League [Suara.com]

Suara.com - Kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia resmi berganti nama. Mulai musim 2025/2026, Liga 1 Indonesia akan bernama Super League, sedangkan Liga 2 berubah nama menjadi Championship.

Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang digelar di Jakarta pada Senin (7/7/2025).

Agenda penting tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 18 klub peserta kompetisi.

Selain perubahan nama, PT LIB juga melakukan rebranding menyeluruh terhadap identitas kompetisi.

Mulai musim depan, operator kompetisi akan menggunakan label baru I-League untuk menggantikan brand “Liga Indonesia Baru”.

Logo BRI Liga 1. [BRI Liga 1]
Logo BRI Liga 1. [BRI Liga 1]

"Kami melakukan rebranding LIB. Entitasnya tetap, namun brand-nya kini adalah I-League. Super League untuk Liga 1 dan Championship untuk Liga 2," jelas Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus.

Transformasi nama kompetisi bukan hal baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Sejak era Perserikatan dan Galatama hingga menjadi Liga Indonesia, perubahan nama dan sistem kompetisi telah beberapa kali terjadi.

Kini, perubahan menuju Super League dan Championship dinilai sebagai bagian dari upaya pembaruan menyeluruh, menyusul reformasi yang tengah dijalankan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Kompetisi Super League dan Championship musim 2025/2026 direncanakan mulai bergulir pada Agustus 2025.

Berikut adalah sejarah singkat perubahan nama kompetisi sepak bola Indonesia:

Perserikatan (1930-an - 1994): Kompetisi amatir yang melibatkan klub-klub lokal dari berbagai daerah.

Cikal bakal kompetisi resmi nasional bermula dari inisiatif sejumlah klub kota besar di Jawa yang akhirnya melahirkan organisasi sepak bola pertama di Indonesia, yaitu PSSI (Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia).

Momentum bersejarah itu terjadi pada 19 April 1930 di Societeit Hadiprojo, Yogyakarta, saat tujuh klub sepak bola dari berbagai kota besar berkumpul dan menyatukan visi untuk membentuk federasi sepak bola nasional. Klub-klub tersebut adalah:

  • PSM Yogyakarta (kini dikenal sebagai PSIM Yogyakarta)
  • VIJ Jakarta (kini Persija Jakarta)
  • BIVB Bandung (cikal bakal Persib Bandung)
  • IVBM Magelang (PPSM Magelang)
  • MVB Madiun (PSM Madiun)
  • SIVB Surabaya (Persebaya Surabaya)
  • VVB Solo (Persis Solo)

Pertemuan itu melahirkan kesepakatan berdirinya PSSI, yang kemudian berkedudukan di Solo. Bersamaan dengan berdirinya federasi, dimulailah kompetisi tahunan antar kota, yang kelak dikenal dengan nama Perserikatan.

Sejarah Nama Kompetisi Liga Indonesia: Dari Perserikatan Kini Super League [wikipedia
Sejarah Nama Kompetisi Liga Indonesia: Dari Perserikatan Kini Super League [wikipedia

Galatama (1979-1994): Kompetisi semi-profesional yang menjadi pionir dalam format liga di Indonesia.

Sebelum sepak bola Indonesia mengenal profesionalisme seperti sekarang, kompetisi Galatama pernah menjadi simbol kemajuan dan modernisasi sepak bola nasional.

Diresmikan pada tahun 1979 oleh PSSI, Galatama (Liga Sepak Bola Utama) merupakan tonggak penting dalam sejarah perjalanan sepak bola Indonesia.

Hingga tahun itu, satu-satunya kompetisi resmi nasional hanyalah Kejuaraan Nasional Perserikatan yang bersifat amatir dan lebih mengedepankan semangat daerah.

Galatama pun lahir untuk mengakomodasi semangat profesionalisme di tengah derasnya perkembangan sepak bola dunia.

Galatama bukan sekadar proyek ambisius nasional. Ia juga menjadi salah satu pionir liga semiprofesional dan profesional di Asia, berdampingan dengan Liga Hong Kong yang lebih dahulu mapan.

Kompetisi ini menghadirkan konsep klub yang dikelola secara mandiri dan tidak mewakili daerah seperti dalam Perserikatan.

Meski tidak selalu dibagi ke dalam divisi, Galatama sempat memakai sistem dua divisi pada musim 1980, 1983, dan 1990. Format ini sempat menjadi terobosan kala itu.

Hingga musim 1982, Galatama mengizinkan klub menggunakan pemain asing.

Salah satu nama yang paling dikenang adalah Fandi Ahmad, bintang asal Singapura yang memperkuat NIAC Mitra Surabaya.

Bersama klub tersebut, Fandi sukses menjuarai Galatama dan bahkan mendapatkan gelar Warga Kehormatan Kota Surabaya atas kontribusinya.

Namun, masa keemasan ini tak berlangsung lama. PSSI kemudian melarang penggunaan pemain asing di Galatama, membuat banyak bintang internasional – termasuk Fandi – meninggalkan kompetisi.

Liga Indonesia (1994-2007): Hasil penggabungan Perserikatan dan Galatama, dengan Divisi Utama sebagai kasta tertinggi.

Tahun 1994 menjadi titik balik sejarah kompetisi nasional. Demi menyatukan semangat profesional Galatama dan fanatisme daerah dari Perserikatan, PSSI resmi menggabungkan kedua kompetisi menjadi Liga Indonesia.

Sejak saat itu, kompetisi sepak bola Indonesia terus berevolusi—hingga kini dikenal sebagai Super League mulai musim 2025/2026.

Liga Super Indonesia (2008-2014): Era baru sepak bola profesional di Indonesia dengan format liga yang lebih modern.

Liga Primer Indonesia (2011-2013): Kompetisi yang sempat muncul akibat dualisme kompetisi.

Liga 1 (2017-2024): Kompetisi kasta tertinggi setelah perubahan nama dari Liga Super Indonesia.

BRI Liga 1 (2024-sekarang): Nama kompetisi kasta tertinggi saat ini dengan sponsor utama BRI.

Super League (2025-sekarang): Nama baru Liga 1 yang diumumkan akan diterapkan mulai musim 2025/2026

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Super League 2025/2026, Bojan Hodak Boyong Skuat Persib ke Thailand

Jelang Super League 2025/2026, Bojan Hodak Boyong Skuat Persib ke Thailand

Bola | Rabu, 09 Juli 2025 | 14:55 WIB

Ikhwan Ali Tanamal Ingin Jadi Mesin Gol Persis Solo di Super League 2025/2026

Ikhwan Ali Tanamal Ingin Jadi Mesin Gol Persis Solo di Super League 2025/2026

Your Say | Rabu, 09 Juli 2025 | 14:42 WIB

Piala Presiden 2025 dan Gambaran Kualitas Timnas Indonesia jika Menuruti Kata Warganet

Piala Presiden 2025 dan Gambaran Kualitas Timnas Indonesia jika Menuruti Kata Warganet

Your Say | Rabu, 09 Juli 2025 | 12:18 WIB

Nama Patrick Kluivert Dibawa-bawa, APPI Kritik Regulasi 11 Pemain Asing di Super League

Nama Patrick Kluivert Dibawa-bawa, APPI Kritik Regulasi 11 Pemain Asing di Super League

Bola | Rabu, 09 Juli 2025 | 11:08 WIB

Penambahan Kuota Pemain Asing, dan Makin Terpinggirkannya Talenta Indonesia di Rumah Sendiri

Penambahan Kuota Pemain Asing, dan Makin Terpinggirkannya Talenta Indonesia di Rumah Sendiri

Your Say | Rabu, 09 Juli 2025 | 10:39 WIB

Terkini

Jangan Salah Paham! Ini Beda Skandal Dokumen Malaysia vs Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia

Jangan Salah Paham! Ini Beda Skandal Dokumen Malaysia vs Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 18:57 WIB

Bos Eredivisie Beberkan 2 Opsi Agar Pemain Timnas Indonesia Bisa Kembali Bermain di Belanda

Bos Eredivisie Beberkan 2 Opsi Agar Pemain Timnas Indonesia Bisa Kembali Bermain di Belanda

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 17:50 WIB

3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 15:57 WIB

Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir

Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 15:17 WIB

Pelatih Belanda Kasih Tantangan untuk Ivar Jenner, Apa Itu?

Pelatih Belanda Kasih Tantangan untuk Ivar Jenner, Apa Itu?

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 14:40 WIB

Media Bulgaria Kagum dengan Permainan dan Mental Timnas Indonesia

Media Bulgaria Kagum dengan Permainan dan Mental Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 13:52 WIB

Alasan Maarten Paes Lolos dari Polemik Paspor Tak Seperti Dean James Hingga Nathan Tjoe-A-On

Alasan Maarten Paes Lolos dari Polemik Paspor Tak Seperti Dean James Hingga Nathan Tjoe-A-On

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 13:39 WIB

Pelatih Belanda Angkat Topi dengan Penampilan Ivar Jenner Bersama Timnas Indonesia

Pelatih Belanda Angkat Topi dengan Penampilan Ivar Jenner Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 13:26 WIB

Berpisah dengan John Herdman, Nova Arianto Mulai Blusukan Bentuk Timnas Indonesia U-20

Berpisah dengan John Herdman, Nova Arianto Mulai Blusukan Bentuk Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 13:01 WIB

Timnas Indonesia Disebut Calon Juara Piala AFF 2026 Usai Tampil Garang Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Disebut Calon Juara Piala AFF 2026 Usai Tampil Garang Lawan Bulgaria

Bola | Jum'at, 03 April 2026 | 12:51 WIB