Pemain Keturunan Rp17,38 Miliar Pilih Curacao: Naturalisasi Timnas Indonesia Sulit

Pebriansyah Ariefana

Senin, 21 Juli 2025 | 13:20 WIB
Pemain Keturunan Rp17,38 Miliar Pilih Curacao: Naturalisasi Timnas Indonesia Sulit
Peluang Tommy St Jago membela Curacao pun cukup terbuka. Pasalnya, tim berjuluk La Familia Azul itu dilatih oleh mantan pelatihnya di FC Utrecht, Dick Advocaat. (ig Tommy St Jago)

Suara.com - Pemain keturunan, Tommy St Jago, mengungkapkan alasannya memilih Curacao ketimbang membela Timnas Indonesia di level internasional.

Tommy St Jago merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia yang kini bermain bagi klub Belgia, KV Mechelen.

Pemain berusia 25 tahun itu punya rekam jejak mentereng. Diketahui, dirinya sempat menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam dan FC Utrecht.

Di FC Utrecht, St Jago berhasil menembus tim utama dan langsung menjadi andalan dengan tampil sebanyak 26 kali di musim 2020-2021.

Tommy St Jago Ungkap Alasan Batal Bela Timnas Indonesia: Proses Naturalisasinya Sulit. [Dok. IG Tommy St Jago]
Tommy St Jago Ungkap Alasan Batal Bela Timnas Indonesia: Proses Naturalisasinya Sulit. [Dok. IG Tommy St Jago]

Usai membela FC Utrecht, St Jago bergabung Willem II pada musim panas 2023 dan jadi andalan di Eerste Divisie atau kasta kedua Belanda dengan mencatatkan 24 penampilan dan sumbangan dua gol.

Berkat penampilan apiknya, St Jago membawa timnya promosi. Sayangnya, ia gagal membawa Willem II bertahan di kasta teratas pada musim 2024-2025.

Setelah Willem II degradasi, St Jago kemudian pindah ke KV Mechelen secara gratis pada musim panas 2025. Kiprah apiknya ini kemudian menjadi sorotan publik Tanah Air.

Banyak yang berharap agar St Jago mau membela Timnas Indonesia yang akan bersaing di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Sayangnya, harapan ini tak dapat terwujud. Pasalnya, St Jago lebih memilih Curacao kendati dirinya punya darah keturunan Indonesia.

baca juga

Lantas, apa alasan Tommy St Jago memilih membela Curacao ketimbang berseragam Merah Putih?

Pemain keturunan Rp17 miliar,  Tommy St Jago bersanding dengan Jay Idzes. (Instagram/@tommystjago)
Pemain keturunan Rp17 miliar, Tommy St Jago bersanding dengan Jay Idzes. (Instagram/@tommystjago)

Sulit Dinaturalisasi

Dalam wawancaranya bersama media Belanda, Soccernews, Tommy St Jago mengungkapkan pilihannya untuk bermain di level internasional.

Jika melihat latar belakangnya, St Jago bisa bermain bagi tiga negara, yakni Belanda, Curacao, dan Indonesia.

Sepanjang kariernya, St Jago pernah bermain di level internasional bersama Timnas Belanda U-17 dan U-18 saat masih berstatus pemain akademi.

Tapi setelah beranjak dewasa, St Jago tak pernah dilirik oleh De Oranje lagi karena banyaknya nama beken di lini belakang.

Alhasil, pemain berpostur 186 cm ini tinggal memiliki dua pilihan untuk berkarier di level internasional, yakni Curacao dan Indonesia.

Dari dua negara tersebut, St Jago lebih memilih Curacao sebagai negara yang dibelanya ketimbang Indonesia.

St Jago sendiri mengakui dirinya punya darah keturunan Indonesia. Akan tetapi, kakek dan neneknya tidak lahir di Tanah Air.

Karenanya, ia merasa akan sulit dinaturalisasi dan Curacao menjadi pilihan yang tepat jika melihat latar belakang keluarganya.

“Saya memang memiliki beberapa akar Indonesia, tetapi kakek-nenek saya tidak lahir di sana. Hal itu membuat proses naturalisasi menjadi lebih sulit,” kata St Jago kepada Soccernews.

“Itulah mengapa (bagi saya) lebih masuk akal untuk memilih Curacao,” lanjut pemain kelahiran Utrecht tersebut.

Peluang St Jago membela Curacao pun cukup terbuka. Pasalnya, tim berjuluk La Familia Azul itu dilatih oleh mantan pelatihnya di FC Utrecht, Dick Advocaat.

Karena dilatih mantan pelatihnya, St Jago pun sudah kerap berkomunikasi dengan staf Curacao untuk membela tim nasional dalam waktu dekat.

“Saya benar-benar kenal dia (Advocaat). Sudah lama sejak terakhir kali kami ngobrol, tapi saya masih berhubungan dengan staf di sana. Baguslah,” pungkasnya.

Sekadar informasi, alasan Tommy St Jago menolak Indonesia dan memilih Curacao memang masuk akal. Pasalnya, apa yang dikatakannya sudah termuat dalam regulasi FIFA.

FIFA menyatakan jika seorang pemain bisa dinaturalisasi dengan tiga syarat utama, yakni lahir di negara tersebut, orang tua lahir di negara tersebut, dan salah satu dari kakek-nenek lahir di negara tersebut.

Berdasarkan pengakuan St Jago, kakek dan neneknya tidak lahir di Indonesia, pun dengan kedua orang tuanya.

Alhasil, dirinya akan sulit dinaturalisasi oleh PSSI. Tak mengherankan jika akhirnya St Jago memilih Curacao sebagai tim nasional yang dibelanya.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ole Romeny Absen di Round 4, Peluang Bagi Jens Raven Debut di Timnas Senior

Ole Romeny Absen di Round 4, Peluang Bagi Jens Raven Debut di Timnas Senior

Your Say | Senin, 21 Juli 2025 | 13:07 WIB

Timnas Indonesia U-23 Tak Butuh Menang Lawan Malaysia untuk Lolos ke Semifinal

Timnas Indonesia U-23 Tak Butuh Menang Lawan Malaysia untuk Lolos ke Semifinal

Bola | Senin, 21 Juli 2025 | 12:56 WIB

Alasan Timnas Indonesia U-23 Wajib Jaga Ketat Gelandang Malaysia Haykal Danish

Alasan Timnas Indonesia U-23 Wajib Jaga Ketat Gelandang Malaysia Haykal Danish

Bola | Senin, 21 Juli 2025 | 13:00 WIB

Terkini

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:50 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 15:47 WIB

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

×