Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB
Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. (Foto dok. pribadi)
baca 10 detik
  • Pemerintah berencana membuka rekening bank massal bagi warga berusia 17 tahun ke atas untuk meningkatkan inklusivitas keuangan.
  • Tulus Abadi menyatakan saldo awal Rp50.000 berpotensi habis karena potongan biaya administrasi bank jika tanpa aturan khusus.
  • Kebijakan tersebut dikhawatirkan menghasilkan banyak rekening tidur karena tidak semua pemiliknya rutin menerima bantuan sosial.

Suara.com - Rencana pemerintah membuat rekening bank secara massal bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening mendapat catatan dari perspektif perlindungan konsumen.

Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengatakan, saldo awal yang diberikan pemerintah berpotensi tidak benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat apabila rekening tetap dikenakan biaya administrasi bank.

"Dana sebesar Rp 50.000 praktis akan habis termakan oleh biaya administrasi bank. Bank akan memotong di awal untuk biaya pembuatan rekening, misalnya sebesar Rp 10.000, dan akan dipotong biaya administrasi bulanan. Jadi uang tersebut akan habis dengan sendirinya, tanpa bisa diambil oleh konsumen," kata Tulus dalam pernyataannya, Minggu (13/9/2026).

Tulus menilai manfaat saldo awal tersebut baru bisa dirasakan masyarakat apabila pemerintah memastikan uang Rp50.000 tidak tergerus biaya administrasi rekening.

Ia menyebut pemerintah perlu membuat ketentuan khusus agar saldo tersebut benar-benar menjadi manfaat yang diterima masyarakat, bukan sekadar dana yang masuk ke rekening lalu berkurang karena potongan bank.

Catatan tersebut menjadi penting karena kebijakan pembukaan rekening massal ditujukan untuk meningkatkan inklusivitas dan literasi keuangan masyarakat sekaligus mempermudah penyaluran bantuan sosial.

Selain persoalan biaya administrasi, Tulus juga mempertanyakan apakah pembukaan rekening secara massal otomatis akan membuat masyarakat semakin aktif menggunakan layanan perbankan.

Menurut dia, rekening yang telah dibuat belum tentu digunakan secara rutin oleh pemiliknya, terutama karena tidak semua penerima rekening baru tersebut akan menerima bansos.

"Rekening tersebut juga berpotensi menjadi rekening dormant, alias rekening tidur. Sebab dari 200 juta rekening yang dibuat tersebut, tidak semuanya menerima bansos. Dan belum tentu mendorong masyarakat gemar menabung di bank," katanya.

baca juga

Karena itu, menurut Tulus, pemerintah perlu mengkaji kembali desain kebijakan tersebut agar tujuan meningkatkan inklusivitas dan literasi keuangan tidak berhenti pada sekadar bertambahnya jumlah rekening.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp11 T untuk Rekening Massal, Apa Urgensinya?

Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp11 T untuk Rekening Massal, Apa Urgensinya?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Pemerintah Rencana Buka Rekening untuk Semua Warga, DPR Soroti Data Penduduk: Semua Sudah Terekam?

Pemerintah Rencana Buka Rekening untuk Semua Warga, DPR Soroti Data Penduduk: Semua Sudah Terekam?

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:52 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×