Bonek Dibawa ke Pusaran Fatwa Haram Sound Horeg, Kenapa?

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 27 Juli 2025 | 07:59 WIB
Bonek Dibawa ke Pusaran Fatwa Haram Sound Horeg, Kenapa?
Pendukung setia Persebaya Surabaya, Bonek, turut dibawa-bawa oleh seorang pemerhati sosial dan budaya, Irfan Wesi, dalam diskusi soal fenomena yang tengah panas di Indonesia, Sound Horeg. (Kolase)

Suara.com - Pendukung setia Persebaya Surabaya, Bonek, turut dibawa-bawa oleh seorang pemerhati sosial dan budaya, Irfan Wesi, dalam diskusi soal fenomena yang tengah panas di Indonesia, Sound Horeg.

Irfan Wesi membawa nama Bonek dalam pembelaannya mengenai fenomena Sound Horeg yang menjamur di Jawa Timur dan tengah menuai kritik pedas dari masyarakat Indonesia.

Dalam beberapa hari ke belakang, Sound Horeg yang populer di Jawa Timur tengah mendapat sorotan negatif karena dianggap mengganggu.

Bagaimana tidak? Sound Horeg sendiri merupakan fenomena penggunaan sistem audio berukuran besar dan menghasilkan suara yang keras dan menggelegar.

Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg (Facebook Karnaval Sound)
Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg (Facebook Karnaval Sound)

Bahkan dalam beberapa rekaman video amatir, kegiatan memainkan Sound Horeg ini terkadang merusak fasilitas seperti jembatan, gapura, hingga rumah warga.

Salah satunya terlihat dalam rekaman video yang diunggah akun @beritatentangbanyuwangi, di mana beberapa orang hendak merobohkan gapura agar Sound Horeg bisa lewat.

Selain itu, Sound Horeg juga menuai kritik pedas karena suara yang dihasilkan menjadi polusi suara. Dilansir dari berbagai sumber, tingkat kebisingan suaranya bisa melebihi 100 desibel (dB).

Padahal ambang batas pendengaran manusia yang direkomendasikan WHO adalah 85 desibel untuk durasi beberapa jam.

Karenanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram untuk Sound Horeg usai dianggap menimbulkan mudarat.

baca juga

Sejak putusan itu keluar, Sound Horeg pun menjadi bahas diskusi. Beberapa pakar budaya, dokter, politisi, hingga publik figur kerap mendiskusikan soal fenomena ini.

Salah satunya adalah pemerhati sosial dan budaya, Irfan Wesi. Ia mendukung Sound Horeg sebagai bagian dari kebudayaan Jawa Timur.

Namun saat memberi pendapatnya soal Sound Horeg, Irfan Wesi justru membawa-bawa nama Bonek yang dikenal sebagai pendukung Persebaya Surabaya.

Ia membawa nama Bonek itu saat berdiskusi di sebuah program bernama Dua Sisi yang ditayangkan di televisi swasta Tanah Air, TvOne.

“Sound Horeg itu bagi saya ga ada masalah, apalagi rakyat Jawa Timur, arek-arek Suroboyo biasa dengan jiwa luar biasa,” buka Irfan Wesi dalam diskusi di program Dua Sisi itu.

“Ini tidak sesuai dengan pidato Pak Karno (Soekarno) tadi. Jatuh, bangkit, jatuh, bangkit. Arek-arek Suroboyo ini, arek-arek Bonek,” lanjut Irfan Wesi.

Pernyataan itu kemudian membuat pendukung Persebaya Surabaya mencibir keras Irfan Wesi. Banyak Bonek yang membantah bahwa mereka menyukai fenomena Sound Horeg.

Karena mendapat protes keras dari Bonek, Irfan Wes langsung membuat klarifikasi di mana dirinya menyebut Bonek yang dimaksud bukanlah kelompok tertentu atau pendukung Persebaya.

“Bonek adalah sesuatu yang bagi Irfan Wesi adalah jiwa yang luar biasa, memiliki semangat determinasi, survival yang luar biasa sebagai daya tahan. Tapi (istilah Bonek) bukan bermaksud ke kelompok tertentu,” klarifikasinya.

Meski sudah memberi klarifikasi, Irfan Wesi tetap menjadi sasaran Bonek dan warga Surabaya yang dicatutnya saat diskusi di program televisi nasional itu.

Terlepas dari hal tersebut, Persebaya Surabaya tengah melakoni pramusim jelang bertarung di Super League 2025-2026.

Di sesi pramusim ini, tim kebanggan Bonek itu tampil garang karena tak pernah terkalahkan saat melakoni laga persahabatan.

Dalam pramusimnya di Australia, Persebaya berhasil meraih kemenangan atas Western Australia dengan skor 2-0.

Lalu saat melawan Persik Kediri, The Green Force berhasil menahan imbang Macan Putih usai menyudahi laga dengan skor 2-2.

Kemudian saat melakoni laga pramusim ketiga melawan PSS Sleman, Persebaya kembali meraih hasil manis dengan menang 1-0 atas lawannya.

(Felix Indra Jaya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Hiburan, Kini Gengsi: Sound Horeg Karya Edi Sound Jadi Simbol Status Sosial

Dulu Hiburan, Kini Gengsi: Sound Horeg Karya Edi Sound Jadi Simbol Status Sosial

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 23:37 WIB

Benarkah Rakit Satu Truk Sound Horeg Butuh Biaya Setara Sebuah Rumah Mewah?

Benarkah Rakit Satu Truk Sound Horeg Butuh Biaya Setara Sebuah Rumah Mewah?

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 22:43 WIB

Lebih dari Sekadar Musik: Inilah Aturan dan Etika di Arena Battle Sound Horeg

Lebih dari Sekadar Musik: Inilah Aturan dan Etika di Arena Battle Sound Horeg

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 22:01 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×