Erick Thohir Perintahkan Liga 1 Putri Dijalankan 2027, Terlalu Lama?

Ronald Seger Prabowo, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 28 Juli 2025 | 23:23 WIB
Erick Thohir Perintahkan Liga 1 Putri Dijalankan 2027, Terlalu Lama?
Ketua Umum PSSI Erick Thohir disebut-sebut memerintahkan I.League alias PT Liga Indonesia Baru menggelar Liga Putri pada 2027.. (Dok. Kita Garuda)

Format kompetisi yang akan diterapkan pada 2027 pun tengah dikaji oleh I.League, termasuk soal durasi musim, sistem kompetisi penuh atau turnamen, serta keterlibatan klub-klub profesional yang sudah memiliki tim putri.

PSSI juga membuka ruang kerja sama dengan klub Liga 1 dan Liga 2 agar lebih banyak tim yang membentuk dan mengembangkan skuad putri mereka.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun fondasi sepak bola wanita yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Selain itu, dengan adanya Liga Putri, diharapkan bisa muncul lebih banyak pemain yang dapat diproyeksikan ke Timnas Putri Indonesia di masa depan.

PSSI dan I.League juga menggandeng beberapa pemangku kepentingan, termasuk kementerian terkait, sponsor, dan media untuk memastikan keberlangsungan liga berjalan dengan dukungan yang kuat.

Target jangka panjangnya adalah menjadikan Liga Putri sebagai kompetisi yang kompetitif, menarik, dan mampu bersaing di tingkat regional Asia Tenggara.

Selain aspek kompetisi, PSSI juga mendorong klub-klub peserta untuk mulai membangun ekosistem pembinaan usia dini bagi sepak bola wanita.

Dengan demikian, regenerasi pemain bisa berlangsung lebih terstruktur dan berkelanjutan. Program akademi dan kepanduan pun akan menjadi bagian integral dari roadmap pengembangan sepak bola wanita ke depan.

PSSI berkomitmen agar Liga Putri tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan bagian dari sistem kompetisi nasional yang profesional dan konsisten digelar setiap musim.

baca juga

Oleh karena itu, aspek regulasi, lisensi klub, kualitas pelatih, hingga penyediaan standar venue akan menjadi perhatian utama sejak tahap awal pelaksanaan.

Upaya lain yang juga dikembangkan adalah peningkatan kapasitas SDM, seperti pelatih, wasit, dan ofisial pertandingan perempuan.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ruang lebih besar bagi perempuan untuk berperan di berbagai lini dalam industri sepak bola nasional.

Dengan dukungan dari federasi dan operator liga, serta komitmen klub-klub peserta, Liga Putri diharapkan bisa menjadi tonggak kebangkitan sepak bola wanita di Indonesia.

Target jangka panjangnya adalah membawa Timnas Putri Indonesia mampu bersaing di level Asia, bahkan dunia, dengan mengandalkan kompetisi domestik yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Erick Thohir! Mau Kalahkan Vietnam U-23 Tak Cukup Hanya Main Keras

Dear Erick Thohir! Mau Kalahkan Vietnam U-23 Tak Cukup Hanya Main Keras

Bola | Senin, 28 Juli 2025 | 10:01 WIB

Piala AFF U-23: Timnas Indonesia Diminta Main Keras saat Ladeni Vietnam

Piala AFF U-23: Timnas Indonesia Diminta Main Keras saat Ladeni Vietnam

Your Say | Senin, 28 Juli 2025 | 09:46 WIB

Satu-satunya Cara, Timnas Indonesia U-23 Harus Main Keras Lawan Vietnam

Satu-satunya Cara, Timnas Indonesia U-23 Harus Main Keras Lawan Vietnam

Bola | Senin, 28 Juli 2025 | 07:54 WIB

Terkini

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×