Bola Emas yang Ternoda: Sejarah, Kontroversi, dan Bisik-bisik Kelam Ballon dOr

Galih Prasetyo

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 10:11 WIB
Bola Emas yang Ternoda: Sejarah, Kontroversi, dan Bisik-bisik Kelam Ballon dOr
Bola Emas yang Ternoda: Sejarah, Kontroversi, dan Bisik-bisik Kelam Ballon d’Or [Instagram sport360]

Suara.com - Ballon d’Or, trofi berlapis emas yang menjadi simbol keagungan seorang pesepak bola, telah memikat dunia selama hampir tujuh dekade.

Digagas oleh majalah Prancis France Football pada 1956, penghargaan ini lahir dari visi Gabriel Hanot untuk menobatkan pemain terbaik Eropa, dengan Stanley Matthews dari Blackpool sebagai penerima perdana.

Panggung sepak bola dunia kembali memusatkan perhatiannya ke Paris. Ajang penghargaan individu paling bergengsi, Ballon d'Or, akan segera menggelar seremoni ke-69.

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2025, lebih awal sebulan dari tahun sebelumnya.

Trophy Ballon d'Or
Trophy Ballon d'Or

Namun, di balik kilau trofi ini, terselip sejarah panjang, kontroversi yang membara, dan rumor tak sedap yang terus mengguncang reputasinya.

Awal Mula dan Evolusi Ballon d’Or

Ballon d’Or awalnya eksklusif untuk pemain Eropa yang bermain di klub Eropa, menyingkirkan legenda seperti Pele dan Diego Maradona dari daftar kandidat.

Pada 1995, aturan diperluas untuk mencakup pemain non-Eropa yang bermain di klub Eropa, membuka jalan bagi George Weah sebagai penerima pertama dari Afrika.

Sejak 2007, penghargaan ini menjadi global, memungkinkan siapa saja dari seluruh dunia untuk bersaing.

baca juga

Lionel Messi, dengan delapan trofi, dan Cristiano Ronaldo, dengan lima trofi, mendominasi era modern, menjadikan Ballon d’Or panggung persaingan epik dua raksasa sepak bola.

Kontroversi yang Mengguncang

Namun, kilau Ballon d’Or kerap ternoda oleh kontroversi. Salah satu yang paling mencolok terjadi pada 2010.

Saat itu Lionel Messi mengalahkan rekan setimnya di Barcelona, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, yang baru saja membawa Spanyol juara Piala Dunia.

Banyak pihak mempertanyakan mengapa Messi, yang tak meraih trofi besar bersama klub atau timnas tahun itu, dianggap lebih layak.

Pada 2013, kemenangan Cristiano Ronaldo atas Franck Ribery juga memicu polemik.

Ribery, pilar Bayern Munich yang meraih treble (Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions), dianggap lebih berhak ketimbang Ronaldo, yang tak membawa gelar besar untuk Real Madrid.

Keputusan FIFA memperpanjang batas waktu voting pada 2013 bahkan memicu tuduhan manipulasi.

Kontroversi terbaru terjadi pada 2024, ketika Rodri dari Manchester City mengungguli Vinicius Junior dari Real Madrid.

Vinicius, yang berperan besar dalam keberhasilan Real Madrid meraih LaLiga dan Liga Champions, menjadi favorit banyak pihak.

Namun, Rodri, dengan kontribusi di Premier League dan gelar Pemain Terbaik Euro 2024 bersama Spanyol, dinilai lebih unggul. Real Madrid memboikot acara tersebut, menuding adanya bias dan bahkan isu rasisme terhadap Vinicius.

Rumor Tak Sedap di Balik Layar

Di samping kontroversi resmi, Ballon d’Or juga dikelilingi rumor tak sedap.

Pada 2011, tuduhan muncul bahwa pelatih Timnas Iran, Carlos Queiroz, sengaja memilih Messi demi merugikan Ronaldo, yang saat itu dilatihnya di Real Madrid.

Kasus lain terjadi ketika suara Goran Pandev untuk Jose Mourinho sebagai pelatih terbaik diduga diubah menjadi Vicente Del Bosque, memicu spekulasi kecurangan dalam voting.

Rumor tentang Super Ballon d’Or, penghargaan eksklusif untuk pemain dengan konsistensi luar biasa, juga sempat mencuat.

Hingga kini, hanya Alfredo Di Stefano yang meraihnya pada 1989, tetapi bisik-bisik tentang edisi 2029 terus mengemuka tanpa konfirmasi resmi.

Masa Depan yang Penuh Tanda Tanya

Ballon d’Or tetap menjadi tolok ukur prestasi tertinggi di sepak bola, tetapi bayang-bayang kontroversi dan rumor tak pernah benar-benar sirna.

Perubahan sistem penilaian pada 2022, yang kini berfokus pada performa musiman ketimbang tahunan, diharapkan membuat penghargaan ini lebih adil.

Namun, tuduhan bias, politik sepak bola, dan ketidaktransparanan voting terus menghantui.

Dengan nama-nama seperti Lamine Yamal dan Ousmane Dembele muncul sebagai kandidat potensial untuk 2025, Ballon d’Or tetap akan menjadi panggung drama yang tak pernah sepi dari sorotan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ballon d'Or 2025 Tanpa Messi & Ronaldo: Siapa Raja Baru Sepak Bola Dunia?

Ballon d'Or 2025 Tanpa Messi & Ronaldo: Siapa Raja Baru Sepak Bola Dunia?

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 09:57 WIB

Nominasi Ballon d'Or 2025: PSG Kirim Wakil Terbanyak

Nominasi Ballon d'Or 2025: PSG Kirim Wakil Terbanyak

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 09:33 WIB

Tanpa Messi dan Cristiano Ronaldo, Ini Daftar 30 Pemain Menuju Ballon d'Or 2025

Tanpa Messi dan Cristiano Ronaldo, Ini Daftar 30 Pemain Menuju Ballon d'Or 2025

Bola | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 08:16 WIB

Innalillahi! Cristiano Ronaldo Bagikan Kabar Duka Cita

Innalillahi! Cristiano Ronaldo Bagikan Kabar Duka Cita

Bola | Rabu, 06 Agustus 2025 | 10:43 WIB

4 Penyerang Top yang akan Dihadapi Maarten Paes di Major League Soccer

4 Penyerang Top yang akan Dihadapi Maarten Paes di Major League Soccer

Bola | Selasa, 05 Agustus 2025 | 14:05 WIB

Terkini

Olok-olok Netizen Jersey Ketiga Timnas Indonesia: Mirip Seragam SPPG hingga Simbol Politik 02

Olok-olok Netizen Jersey Ketiga Timnas Indonesia: Mirip Seragam SPPG hingga Simbol Politik 02

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 15:56 WIB

Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil

Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 15:52 WIB

Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik

Dunning-Kruger Effect: Matinya Kepakaran Akibat Penguasa yang Anti Kritik

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 15:50 WIB

Harimau Malaya Datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Jersey Anyar, Siap Tantang Indonesia di GBK

Harimau Malaya Datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Jersey Anyar, Siap Tantang Indonesia di GBK

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 15:46 WIB

Kecelakaan VW Tiguan vs Sedan Mazda di Tol Wiyoto Wiyono, Pembatas Jalan Jebol

Kecelakaan VW Tiguan vs Sedan Mazda di Tol Wiyoto Wiyono, Pembatas Jalan Jebol

News | Minggu, 20 September 2026 | 15:44 WIB

Apa Perbedaan Sudut Pusat dan Sudut Keliling Lingkaran?

Apa Perbedaan Sudut Pusat dan Sudut Keliling Lingkaran?

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 15:41 WIB

Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano

Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 15:34 WIB

6 Zodiak yang Gampang Emosi dan Sensitif, Lengkap Tips Menghadapinya

6 Zodiak yang Gampang Emosi dan Sensitif, Lengkap Tips Menghadapinya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 15:34 WIB

Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah

Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 15:29 WIB

PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029

PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 15:27 WIB

×