Fenomena Pemain Naturalisasi Pulang Kampung, Liga 1 Semakin Berwarna

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 28 Agustus 2025 | 21:25 WIB
Fenomena Pemain Naturalisasi Pulang Kampung, Liga 1 Semakin Berwarna
Pemain naturalisasi seperti Jordi Amat, Rafael Struick, dan Thom Haye pulang ke Liga 1. (IG Dewa United)
Kesimpulan
  • Pemain naturalisasi seperti Jordi Amat, Rafael Struick, dan Thom Haye pulang ke Liga 1.
  • Keputusan mereka menimbulkan pro dan kontra terkait karier dan tim nasional.
  • Kehadiran mereka di Liga 1 2025 diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi.

Suara.com - Fenomena pemain naturalisasi yang memilih pulang kampung kembali jadi sorotan dalam kompetisi Liga 1 2025.

Setelah sebelumnya publik menyaksikan beberapa nama besar seperti Irfan Bachdim, kini giliran tiga wajah anyar yang resmi memperkuat klub besar di sepak bola Indonesia.

Mereka adalah Jordi Amat, Rafael Struick, dan Thom Haye yang sebelumnya dikenal sebagai pilar penting Timnas Indonesia.

Ketiganya melewati proses panjang naturalisasi yang sempat dipromosikan PSSI sebagai langkah strategis untuk memperkuat skuat nasional dengan pemain grade A.

Status pemain naturalisasi ini dianggap istimewa karena mereka datang dengan pengalaman dari kompetisi elite Eropa yang sarat gengsi.

Namun, memasuki musim Liga 1 2025, para pemain itu justru memilih meninggalkan atmosfer kompetitif benua biru.

Jordi Amat menjadi sorotan setelah resmi berseragam Persija Jakarta untuk menatap musim baru.

Bek berusia 33 tahun tersebut sebelumnya pernah dikritik saat meninggalkan Eropa untuk bergabung dengan Johor Darul Ta’zim pada 2022.

Kini keputusannya kembali ke Indonesia dianggap lebih realistis karena ia bisa tampil di negeri asal leluhurnya dan dekat dengan basis suporter besar.

baca juga

Rafael Struick menghadirkan cerita berbeda karena usianya masih muda, yakni 22 tahun, yang berarti masih berada dalam fase emas karier.

Musim lalu ia mencoba peruntungan bersama Brisbane Roar di Liga Australia, namun catatan menit bermainnya sangat terbatas.

Kini Struick memilih memperkuat Dewa United dengan harapan mendapatkan kesempatan reguler dan mengangkat kembali performanya di sepak bola Indonesia.

Sementara itu, Thom Haye menjadi nama terbaru yang mengikuti tren pemain naturalisasi pulang kampung.

Gelandang berusia 30 tahun ini sejatinya masih tampil cukup konsisten di Eredivisie bersama Almere City.

Meski begitu, ia akhirnya resmi diumumkan bergabung dengan Persib Bandung untuk menghadapi musim Liga 1 2025.

Antusiasme besar ditunjukkan Haye karena ia ingin merasakan atmosfer Stadion GBLA dan dukungan Bobotoh yang terkenal militan.

Langkah Haye dianggap sebagai salah satu transfer pemain terbesar dalam bursa musim ini di sepak bola Indonesia.

Kehadiran tiga nama tersebut diyakini membuat kompetisi domestik semakin kompetitif sekaligus menambah daya tarik bagi penonton.

Namun, publik juga menaruh tanda tanya besar tentang konsistensi mereka saat kembali membela Timnas Indonesia.

Pasalnya, sejumlah pemain naturalisasi yang pulang kampung sebelumnya sempat mengalami penurunan performa saat membela Merah Putih.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, sebab beberapa musim lalu tren serupa juga dialami pemain keturunan lain yang akhirnya memilih pulang.

Dalam konteks pembangunan sepak bola nasional, transfer pemain naturalisasi ke Liga 1 memiliki sisi positif dan negatif.

Positifnya, para pemain bisa memberi kontribusi nyata pada klub lokal sekaligus menularkan pengalaman profesional dari Eropa.

Namun, sisi negatif yang ditakutkan adalah turunnya kualitas permainan karena level kompetisi domestik masih dianggap berada di bawah liga-liga besar dunia.

Meski begitu, kehadiran mereka tetap menjadi magnet baru bagi suporter yang haus akan tontonan berkualitas.

Liga 1 2025 pun diprediksi semakin semarak dengan persaingan ketat antar klub papan atas yang kini dihuni pemain naturalisasi berpengalaman.

PSSI dan pelatih Timnas Indonesia perlu memastikan agar keputusan pulang kampung ini tidak mengurangi intensitas permainan mereka ketika tampil di level internasional.

Dengan pengelolaan yang tepat, fenomena ini justru bisa menjadi momentum positif untuk mendongkrak daya saing sepak bola Indonesia di kawasan Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibisikin Patrick Kluivert Soal Ini, Miliano Jonathans: Saya Sudah Tak Sabar

Dibisikin Patrick Kluivert Soal Ini, Miliano Jonathans: Saya Sudah Tak Sabar

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:26 WIB

Kata-kata Haru Miliano Jonathans Putuskan Bela Timnas Indonesia

Kata-kata Haru Miliano Jonathans Putuskan Bela Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:19 WIB

Miliano Jonathans Hubungi Patrick Kluivert Jelang FMD, Bahas Apa Saja?

Miliano Jonathans Hubungi Patrick Kluivert Jelang FMD, Bahas Apa Saja?

Your Say | Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:24 WIB

Terkini

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

4 Rekomendasi Webcam Murah di Bawah Rp500 Ribu Terbaik untuk Streaming dan Ngonten

4 Rekomendasi Webcam Murah di Bawah Rp500 Ribu Terbaik untuk Streaming dan Ngonten

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 12:38 WIB

Hendak Bantu Tangani Karhutla, 3 Chinook Jepang Justru Terkendala Kabut Asap

Hendak Bantu Tangani Karhutla, 3 Chinook Jepang Justru Terkendala Kabut Asap

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:37 WIB

Skandal HGB Bogor: 17 Orang Terjaring OTT KPK, Apakah Menteri Nusron Wahid Terlibat?

Skandal HGB Bogor: 17 Orang Terjaring OTT KPK, Apakah Menteri Nusron Wahid Terlibat?

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:32 WIB

×