- Pemain naturalisasi seperti Jordi Amat, Rafael Struick, dan Thom Haye pulang ke Liga 1.
- Keputusan mereka menimbulkan pro dan kontra terkait karier dan tim nasional.
- Kehadiran mereka di Liga 1 2025 diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi.
Suara.com - Fenomena pemain naturalisasi yang memilih pulang kampung kembali jadi sorotan dalam kompetisi Liga 1 2025.
Setelah sebelumnya publik menyaksikan beberapa nama besar seperti Irfan Bachdim, kini giliran tiga wajah anyar yang resmi memperkuat klub besar di sepak bola Indonesia.
Mereka adalah Jordi Amat, Rafael Struick, dan Thom Haye yang sebelumnya dikenal sebagai pilar penting Timnas Indonesia.
Ketiganya melewati proses panjang naturalisasi yang sempat dipromosikan PSSI sebagai langkah strategis untuk memperkuat skuat nasional dengan pemain grade A.
Status pemain naturalisasi ini dianggap istimewa karena mereka datang dengan pengalaman dari kompetisi elite Eropa yang sarat gengsi.
Namun, memasuki musim Liga 1 2025, para pemain itu justru memilih meninggalkan atmosfer kompetitif benua biru.
Jordi Amat menjadi sorotan setelah resmi berseragam Persija Jakarta untuk menatap musim baru.
Bek berusia 33 tahun tersebut sebelumnya pernah dikritik saat meninggalkan Eropa untuk bergabung dengan Johor Darul Ta’zim pada 2022.
Kini keputusannya kembali ke Indonesia dianggap lebih realistis karena ia bisa tampil di negeri asal leluhurnya dan dekat dengan basis suporter besar.
Baca Juga: Di Mana Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra Ambil Sumpah WNI?
Rafael Struick menghadirkan cerita berbeda karena usianya masih muda, yakni 22 tahun, yang berarti masih berada dalam fase emas karier.
Musim lalu ia mencoba peruntungan bersama Brisbane Roar di Liga Australia, namun catatan menit bermainnya sangat terbatas.
Kini Struick memilih memperkuat Dewa United dengan harapan mendapatkan kesempatan reguler dan mengangkat kembali performanya di sepak bola Indonesia.
Sementara itu, Thom Haye menjadi nama terbaru yang mengikuti tren pemain naturalisasi pulang kampung.
Gelandang berusia 30 tahun ini sejatinya masih tampil cukup konsisten di Eredivisie bersama Almere City.
Meski begitu, ia akhirnya resmi diumumkan bergabung dengan Persib Bandung untuk menghadapi musim Liga 1 2025.
Antusiasme besar ditunjukkan Haye karena ia ingin merasakan atmosfer Stadion GBLA dan dukungan Bobotoh yang terkenal militan.
Langkah Haye dianggap sebagai salah satu transfer pemain terbesar dalam bursa musim ini di sepak bola Indonesia.
Kehadiran tiga nama tersebut diyakini membuat kompetisi domestik semakin kompetitif sekaligus menambah daya tarik bagi penonton.
Namun, publik juga menaruh tanda tanya besar tentang konsistensi mereka saat kembali membela Timnas Indonesia.
Pasalnya, sejumlah pemain naturalisasi yang pulang kampung sebelumnya sempat mengalami penurunan performa saat membela Merah Putih.
Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, sebab beberapa musim lalu tren serupa juga dialami pemain keturunan lain yang akhirnya memilih pulang.
Dalam konteks pembangunan sepak bola nasional, transfer pemain naturalisasi ke Liga 1 memiliki sisi positif dan negatif.
Positifnya, para pemain bisa memberi kontribusi nyata pada klub lokal sekaligus menularkan pengalaman profesional dari Eropa.
Namun, sisi negatif yang ditakutkan adalah turunnya kualitas permainan karena level kompetisi domestik masih dianggap berada di bawah liga-liga besar dunia.
Meski begitu, kehadiran mereka tetap menjadi magnet baru bagi suporter yang haus akan tontonan berkualitas.
Liga 1 2025 pun diprediksi semakin semarak dengan persaingan ketat antar klub papan atas yang kini dihuni pemain naturalisasi berpengalaman.
PSSI dan pelatih Timnas Indonesia perlu memastikan agar keputusan pulang kampung ini tidak mengurangi intensitas permainan mereka ketika tampil di level internasional.
Dengan pengelolaan yang tepat, fenomena ini justru bisa menjadi momentum positif untuk mendongkrak daya saing sepak bola Indonesia di kawasan Asia.