- Calvin Verdonk resmi pindah dari NEC Nijmegen ke LOSC Lille dengan biaya transfer €3 juta.
- Ia akan menjalani laga perpisahan kontra Fortuna Sittard, klub rekan setimnya di Timnas, Justin Hubner.
- Transfer ini jadi langkah besar bagi kariernya sekaligus kabar baik untuk Timnas Indonesia.
Suara.com - Calvin Verdonk akhirnya menutup lembaran panjangnya bersama NEC Nijmegen. Bek kiri Timnas Indonesia itu resmi digaet LOSC Lille dengan mahar transfer €3 juta atau sekitar Rp54 miliar.
Sebelum benar-benar hijrah ke Prancis, Verdonk akan lebih dulu memainkan laga terakhirnya bersama NEC.
Lawannya pun cukup spesial, yakni Fortuna Sittard—klub yang diperkuat rekan setimnya di Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Duel ini dijadwalkan berlangsung Minggu (31/8/2025) pukul 12.15 waktu setempat.
Fabrizio Romano ikut mengonfirmasi kabar ini lewat unggahan di X, Sabtu (30/8/2025).
![Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, kembali menunjukkan konsistensinya bersama NEC Nijmegen. [Dok. IG NEC Nijmegen]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/17/13558-bek-timnas-indonesia-calvin-verdonk.jpg)
"Lille sepakat merekrut Calvin Verdonk dari NEC dengan paket transfer €3 juta, semuanya sudah selesai," tulis Fabrizio Romano.
"Pemain internasional Indonesia itu akan memainkan laga terakhirnya besok bersama NEC untuk membantu klub dan pelatih yang punya hubungan baik dengannya."
"Langsung setelah pertandingan, ia akan menjalani tes medis di Lille."
Empat Musim Bersama NEC: Dari Pinjaman Jadi Andalan
Baca Juga: Profil Mauro Zijlstra, Striker FC Volendam yang Dinaturalisasi PSSI
Verdonk pertama kali mendarat di Nijmegen pada 2021/2022 lewat status pinjaman dari klub Portugal, Famalicão.
Performanya yang stabil membuat NEC memutuskan mempermanenkan sang bek setahun kemudian.
Selama empat musim, pemain kelahiran 1997 ini menjadi tembok kokoh di sisi kiri pertahanan NEC.
Padahal, kontraknya masih tersisa hingga 2028 sebelum Lille datang dengan tawaran yang tak bisa ditolak.
Lulusan akademi Feyenoord ini juga sempat merasakan pengalaman bersama FC Twente dan PEC Zwolle.
Namun, NEC menjadi titik balik yang membuat kariernya kembali stabil.