Dua tahun berselang, ia dipercaya melatih Villefranche di kompetisi amatir Prancis (CFA).
Meski sempat mengalami kesulitan hingga klub terdegradasi pada 2001, pengalaman itu menjadi bekal berharga untuk perjalanan panjangnya sebagai pelatih.
Génésio lalu bergabung dengan Racing Besançon, awalnya sebagai asisten sebelum sempat dipercaya menjadi pelatih utama pada musim 2005/06. Namun, petualangannya tak berlangsung lama.
Titik balik datang ketika ia kembali ke Lyon pada 2006 sebagai pemandu bakat.
Perlahan, ia naik jabatan hingga menjadi asisten pelatih tim utama pada era Rémi Garde dan Hubert Fournier.
Kesetiaannya pada Lyon berbuah hasil ketika pada Desember 2015, ia dipercaya menjadi pelatih kepala menggantikan Fournier.
Setelah meninggalkan Lyon, Génésio menerima tantangan baru di Asia dengan melatih Beijing Guoan di Liga Super China pada 2019.
Di sana, ia membawa tim tampil kompetitif hingga 2021.
Tak lama berselang, ia kembali ke Prancis untuk menangani Rennes pada Maret 2021. Di bawah arahannya, Rennes konsisten tampil impresif.
Baca Juga: 1 Detik Calvin Verdonk Gabung Lille Langsung Cetak Sejarah untuk Orang Indonesia
Dua kali finis di posisi keempat Ligue 1 dan menembus fase gugur kompetisi Eropa menjadi bukti kualitasnya.
Sejak Juni 2024, Génésio resmi menjadi pelatih OSC Lille dengan kontrak dua tahun. Tugas utamanya jelas: menjaga Lille tetap bersaing di papan atas Ligue 1 dan tampil kompetitif di Eropa.
Kontributor: Adam Ali