Suara.com - Kapten Timnas Indonesia,Jay Idzes mengomentari kericuhan yang terjadi di berbagai kota di Indonesia. Banyak bakar-bakaran.
Jay Idzes mengomentari saat ini kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja melalui Instagram Story pribadinya.
"Menyedihkan mendengar apa yang terjadi saat ini, tetaplah aman dan saling menjaga," tulisnya.
Sejumlah media asing menyoroti perkembangan aksi demonstrasi di berbagai kota Indonesia setelah tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online.
Demo besar ini dipandang sebagai ujian serius pertama bagi kepemimpinan Presiden Prabowo yang baru berjalan hampir setahun.
Kerusuhan yang meluas ke Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Makassar menunjukkan kekecewaan publik terhadap kondisi politik dan ekonomi yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.
Nama Affan Kurniawan kemudian menjadi simbol perlawanan, karena tragedi yang menimpanya memicu gelombang protes yang semakin sulit dikendalikan.
Menurut laporan media asing, ribuan mahasiswa, pekerja, dan komunitas ojek online berbondong-bondong mendatangi Gedung DPR RI serta Mako Brimob di Jakarta.
Aksi demonstrasi juga berlangsung di kota lain, bahkan saat hujan deras massa tetap bertahan menyuarakan tuntutan.
Baca Juga: Indonesia Mencekam, Eks Bek LaLiga Serukan Perdamaian
Di Bandung, sebuah rumah aset negara dilaporkan terbakar, sementara di Makassar sebuah pos polisi hangus dilalap api.
Sejumlah pengemudi ojek online mendesak agar kepolisian mengusut tuntas insiden yang menewaskan Affan Kurniawan secara transparan.
Tragedi ini membuat Presiden Prabowo mengeluarkan pernyataan resmi, yang menekankan bahwa penyelidikan harus dilakukan secara terbuka dan aparat yang bersalah wajib bertanggung jawab.
Dampak dari aksi demonstrasi ini terasa di sektor ekonomi, ketika nilai rupiah melemah 0,9 persen terhadap dolar AS dan indeks saham merosot 1,5 persen.
Media asing lain mencatat bahwa pemicu demo bukan hanya soal tragedi Affan, tetapi juga kekecewaan terhadap kebijakan DPR terkait tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan.
Selain itu, massa menuntut kenaikan upah, pengurangan pajak, hingga pemberantasan korupsi yang dinilai belum berjalan efektif.