- Timnas Indonesia unggul dalam penguasaan bola, tetapi tidak efektif di lini serang
- Korea Selatan tampil lebih tajam dan efisien dalam menyerang
- ertahanan Indonesia bekerja keras namun tetap kewalahan
Suara.com - Timnas Indonesia U-23 harus mengakui keunggulan Korea Selatan U-23 dengan skor tipis 0-1 pada laga penentuan Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Selasa (9/9) malam WIB di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Meski Garuda Muda mampu menguasai permainan sepanjang 90 menit, statistik akhir memperlihatkan perbedaan mencolok.
Timnas Indonesia gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, sementara Korea tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Dominasi Indonesia Hanya di Atas Kertas
Data pertandingan mencatat Timnas Indonesia U-23 unggul dalam penguasaan bola dengan 59 persen, berbanding 41 persen milik Korea.
Dari sisi distribusi bola, anak asuh Gerald Vanenburg juga lebih rapi dengan 350 umpan sukses dari 440 percobaan (akurasi 79 persen).
Sebaliknya, Korea hanya mencatat 251 umpan sukses dari 322 percobaan (akurasi 77 persen).
Namun, dominasi Indonesia ini tidak berbanding lurus dengan produktivitas serangan.
Banyaknya penguasaan bola lebih sering berhenti di lini tengah tanpa progres ke kotak penalti lawan.
Tumpul di Lini Depan
Dalam hal tembakan, perbedaan kualitas serangan sangat terlihat.
Korea Selatan melepaskan 14 tembakan, 9 di antaranya on target.
Sebaliknya, Rafael Struick Cs hanya melakukan 7 tembakan, tetapi tidak ada satupun yang mengarah ke gawang.
Catatan ini menegaskan kelemahan terbesar Indonesia di laga tersebut, penyelesaian akhir.
Meski beberapa kali membangun serangan, ketajaman di lini depan tak cukup untuk menguji kiper lawan.