Serangan Korea Lebih Berbahaya
Meski kalah dalam ball possession, Korea justru unggul dalam intensitas menyerang.
Mereka mencatatkan 29 sentuhan di kotak penalti Indonesia, sementara Garuda Muda hanya 11 sentuhan di area lawan.
Dari segi peluang, Korea menciptakan 8 peluang berbahaya, lebih banyak dari Indonesia yang hanya menghasilkan 5 peluang.
Data ini menggambarkan bagaimana Korea lebih klinis dan langsung menusuk ke jantung pertahanan Indonesia setiap kali mendapatkan kesempatan.
Pertahanan Indonesia Dipaksa Bekerja Keras
Garuda Muda juga harus bertahan lebih keras.
Statistik menunjukkan Indonesia melakukan 15 tekel, sedangkan Korea hanya 10 tekel.
Angka ini mencerminkan betapa lini pertahanan Indonesia dipaksa menghadapi gempuran berulang dari serangan cepat Korea.
Meski demikian, skor akhir yang hanya 0-1 menunjukkan Cahya Supriadi dan lini belakang masih cukup solid untuk meredam peluang lawan, meski harus bekerja ekstra.
Kontributor: Adam Ali