Empat hari setelah kekalahan, Garuda tampil lebih disiplin.
Indonesia berhasil menundukkan Bahrain dengan skor tipis 1–0.
Gol kemenangan tercipta lewat serangan cepat yang efektif.
Hasil ini mendongkrak kepercayaan diri skuad Garuda.
Kluivert juga terlihat makin yakin dengan taktiknya.
Kemenangan Tipis Atas China PR
Partai melawan China PR menjadi momen penting berikutnya.
Indonesia menang 1–0 berkat pressing dan disiplin lini tengah.
Koordinasi tim semakin solid dibanding laga sebelumnya.
Pertahanan rapat dan ritme permainan lebih terjaga.
Fondasi taktik Kluivert kian terlihat dalam permainan tim.
Kekalahan Telak dari Jepang
Garuda kemudian bertemu Jepang dalam laga berat di kandang lawan.
Indonesia kalah telak 6–0 dari Samurai Biru.
Kecepatan dan kombinasi serangan Jepang sulit dihentikan.
Pertandingan ini menegaskan jarak kualitas yang masih lebar.
Namun, laga tersebut jadi pelajaran penting untuk Garuda.
Pesta Gol Kontra Chinese Taipei
Indonesia bangkit dalam laga persahabatan menghadapi Chinese Taipei.
Garuda menang telak 6–0 dengan permainan menyerang atraktif.
Formasi baru 4-2-3-1 terbukti efektif dijalankan.
Beberapa pemain tampil lebih nyaman dengan perannya.
Kemenangan ini menjadi bukti arah taktik Kluivert berhasil.
Hasil Imbang Kontra Lebanon
Laga berikutnya melawan Lebanon berakhir imbang 0–0.
Garuda menguasai pertandingan tapi gagal mencetak gol.
Peluang yang didapat tak mampu dimanfaatkan dengan baik.
Pertahanan tampil stabil meski serangan kurang tajam.
Penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah Kluivert.