- Erick Thohir sebut ada lima calon pelatih Timnas Indonesia yang tengah dipertimbangkan.
- Kandidatnya termasuk Akira Nishino, Roberto Donadoni, dan nama-nama dengan pengalaman di level dunia.
- PSSI akan berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum menetapkan pelatih baru skuad Garuda.
Nama Roberto Donadoni tentu bukan hal asing. Lahir di Cisano Bergamasco, Italia, pada 9 September 1963, Donadoni dikenal sebagai salah satu winger terbaik Italia di era 1980-an dan 1990-an.
Nama Donadoni juga masuk dalam rumor calon pelatih Timnas Indonesia. Di akun Instagram miliknya bahkan sudah dibanjiri komentar dari netizen +62
Usai gantung sepatu pada tahun 2000, Donadoni memulai perjalanan kepelatihannya dari bawah, melatih klub-klub seperti Lecco, Livorno, dan Genoa.
Lalu mendapat kesempatan besar menangani tim nasional Italia pada 2006, menggantikan Marcello Lippi pasca Italia menjuarai Piala Dunia.
Di bawah arahannya, Italia mencapai perempat final Euro 2008, sebelum kalah adu penalti dari Spanyol yang akhirnya menjadi juara.
Setelah itu, Donadoni melanjutkan karier di Napoli, Cagliari, Parma, dan Bologna, serta sempat melatih Shenzhen FC di Liga Super Tiongkok pada 2019.
3. Juan Carlos Osorio
Nama berikutnya, Juan Carlos Osorio, dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan ilmiah dan taktis yang mendalam.
Ia juga masuk dalam rumor calon pelatih Timnas Indonesia pengganti Kluivert.
Puncak karier Osorio datang ketika menukangi tim nasional Meksiko (2015–2018).
Di bawah arahannya, Meksiko tampil gemilang di Piala Dunia 2018, bahkan mencatat kemenangan bersejarah 1–0 atas juara bertahan Jerman.
Osorio dikenal sangat detail dan fleksibel dalam taktik, kerap melakukan rotasi ekstrem antar pemain dan formasi yang menjadikannya pelatih ideal untuk membangun tim nasional dengan kedalaman skuad dan sistem yang adaptif.
4. Oscar García
Oscar García, mantan pemain Barcelona dan salah satu murid terbaik Johan Cruyff.
Lahir di Sabadell, Catalonia, pada 26 April 1973, García merupakan produk akademi La Masia, pusat lahirnya banyak bintang dunia.
Setelah pensiun pada 2005, ia sempat menjadi asisten Cruyff di tim nasional Catalonia sebelum memulai karier pelatihannya sendiri.
Gaya melatih Oscar García sangat khas Spanyol, menekankan penguasaan bola, serangan cepat, dan pembinaan pemain muda.
Filosofinya yang berakar dari “Total Football” membuatnya cocok untuk tim dengan karakter pemain kreatif seperti Indonesia.
Frank de Boer dikaitkan dengan posisi pelatih kepala skuad Garuda.
Spekulasi itu mencuat setelah Simon Tahamata, Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, mengunggah foto dirinya berpelukan dengan Frank de Boer di akun Instagram pribadinya.
Unggahan tersebut langsung menuai berbagai komentar dan dugaan dari netizen bahwa mantan pelatih tim nasional Belanda itu mungkin tengah menjadi kandidat pengganti Kluivert.
De Boer bukan nama asing di dunia sepak bola. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai legenda Ajax Amsterdam dan sempat memperkuat Barcelona di akhir 1990-an.
Namun, karier kepelatihannya berjalan naik turun.
Ia pernah menangani Ajax, Inter Milan, Crystal Palace, hingga Atlanta United di MLS.
Meski sempat sukses membawa Ajax menjuarai Eredivisie, reputasinya merosot setelah serangkaian kegagalan di klub-klub besar Eropa.
Bahkan, beberapa mantan pemainnya melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinannya.
Salah satunya datang dari Felipe Melo, mantan gelandang Inter Milan.
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport pada September lalu, pemain asal Brasil itu menilai De Boer sebagai sosok yang “tidak paham sepak bola” dan sulit berkomunikasi dengan pemain.
“Dia tidak mengerti sepak bola. Sama sekali tidak bisa. Bahkan pernah mengejek Gabigol dengan menyebutnya ‘Gabi-no-goal’,” ujar Melo.
Kontributor: Adam Ali
