- Brasil menang 7-0 atas Honduras pada laga pembuka Grup H dan tampil dominan.
- Ada empat pemain Brasil yang menjadi ancaman utama bagi Indonesia U-17.
- Laga Indonesia vs Brasil berlangsung Jumat malam pukul 22.45 WIB di Doha.
Suara.com - Timnas Indonesia U-17 kembali menjalani laga berat ketika berjumpa Brasil pada pertandingan kedua Grup H Piala Dunia U-17 2025, Jumat (7/11/2025) malam.
Duel ini berlangsung di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, dengan kick-off pukul 22.45 WIB.
Pertandingan tersebut diperkirakan berjalan intens karena Brasil datang dengan modal yang sangat meyakinkan.
Pada laga pembuka, wakil Amerika Selatan itu menghancurkan Honduras 7-0 dan langsung menegaskan diri sebagai salah satu favorit turnamen.
Dominasi Brasil terlihat dari statistik yang mencolok: mereka memegang 70,9 persen penguasaan bola, melepaskan 20 tembakan, dan mencatat 10 peluang tepat sasaran.
Kualitas serangan mereka juga terlihat melalui efektivitas umpan silang yang mencapai 38 persen.
Di balik hasil besar itu, ada empat pemain yang menonjol dan bisa menjadi sumber ancaman terbesar bagi Garuda Asia.
1. Angelo Candido
Salah satu nama paling mencolok dalam kemenangan Brasil adalah Angelo Candido.
Ia bukan hanya mencetak gol jarak jauh yang spektakuler, tetapi juga menyumbang satu assist.
Angelo sering muncul di area yang tak terduga—kadang turun membantu distribusi, lalu tiba-tiba berada di posisi false nine.
Perannya sebagai gelandang serang membuat ia bebas bergerak dan mencari celah.
Jika gelandang Indonesia terlalu terfokus mengawal Dell, ruang untuk Angelo bisa terbuka lebar dan sangat berbahaya.
2. Dell (Wanderley Santos de Mello)
Pemain yang paling produktif di lini serang Brasil sejauh ini adalah Dell.
Ia mencatat dua gol melawan Honduras dan menjadi titik fokus penyerangan.
Dari lima percobaan, empat tembakan Dell tepat sasaran. Akurasi umpannya yang mencapai 89 persen menunjukkan efisiensi tinggi dalam membangun serangan.
Jika pertahanan Indonesia sedikit terlambat turun, Dell bisa memanfaatkan ruang kecil di area belakang untuk menciptakan peluang emas.
Dengan kualitas individu seperti ini, Brasil jelas membawa ancaman besar.
Namun, kesempatan Garuda Asia mencuri poin tetap terbuka selama disiplin, konsentrasi, serta koordinasi lini belakang bisa dijaga sejak menit pertama.
3. Ruan Pablo
Brasil juga sangat bergantung pada eksplosivitas Ruan Pablo. Gol cepatnya pada menit 9 menjadi pembuka jalan untuk kemenangan telak Brasil.
Selain itu, ia menorehkan dua umpan kunci dan tujuh dribel sukses, menunjukkan perannya sebagai inverted winger yang gemar memotong ke tengah.
Bek kiri Indonesia mesti berhitung matang dalam menjaga jarak dan mengambil posisi, sebab Ruan sangat mudah memanfaatkan ruang kosong di belakang garis pertahanan.
4. Gabriel Mec
Brasil tidak hanya kuat di starter; pemain cadangan mereka pun mematikan. Gabriel Mec adalah contohnya.
Masuk sebagai pengganti, ia melakukan solo run sejauh 30 meter dan mencetak gol penutup di injury time.
Kemampuan dribelnya membuat Garuda Asia wajib menjaga organisasi pertahanan tetap rapi.
Gelandang bertahan dan bek tengah harus cermat menjaga keseimbangan agar tidak terpancing maju dan membuka ruang berbahaya.
