- DPMM FC merekrut dua penyerang Argentina, Matias Sen dan Juan Camilo Zapata.
- Statistik keduanya jauh lebih tajam dibanding performa Sananta musim ini.
- Sananta harus meningkatkan produktivitas agar tetap dipercaya sebagai starter.
Suara.com - DPMM FC kembali membuat pergerakan besar jelang putaran kedua Liga Super Malaysia 2025/2026.
Klub asal Brunei Darussalam itu resmi memulangkan dua penyerang Amerika Latin untuk memperkuat lini depan—sebuah langkah yang langsung menempatkan Ramadhan Sananta dalam tekanan baru.
Kedatangan Matias Sen dan Juan Camilo Zapata diumumkan klub sebagai bagian dari upaya menambah daya gedor yang dinilai belum maksimal di paruh pertama musim. Keduanya diboyong dengan reputasi mencetak gol yang tak main-main.
Matias Sen mencuri perhatian saat berseragam Comerciantes Unidos di Liga Peru. Selama 30 pertandingan, ia mampu menorehkan 14 gol dan dua assist.
Jika digabungkan dengan dua musim sebelumnya, total golnya bahkan sudah menembus 34 sejak 2023/2024.
Produktivitas setinggi itu membuat Sen disebut-sebut bakal langsung menjadi kandidat utama starter.
Sementara itu, Juan Camilo Zapata membawa catatan yang tak kalah mentereng dari Liga Kolombia.
Bersama UCV FC, ia mengoleksi 12 gol ditambah 10 assist dalam 34 laga.
Kombinasi naluri mencetak gol dan kreativitas membuatnya jadi ancaman ganda di lini depan.
Situasi ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi Ramadhan Sananta.
Selama paruh pertama musim, ia memang masih sering dipercaya pelatih Jamie McAllister sebagai ujung tombak.
Namun kontribusinya belum sepenuhnya menjawab ekspektasi klub.
Dari 10 penampilan, Sananta baru mencatat dua gol dan dua assist.
Angka tersebut masih tertinggal dari Jordan Murray, striker asal Australia, yang sudah mencetak tiga gol.
Dengan hadirnya dua nama baru, total ada empat penyerang impor yang kini bersaing memperebutkan satu tempat di lini depan.
Persaingan yang semakin padat ini dapat menjadi titik balik bagi Sananta.
Ia harus meningkatkan efektivitas dan agresivitas jika tak ingin tersingkir dari daftar starter.
Selain menjaga posisinya di DPMM FC, performa impresif juga penting untuk mempertahankan tempatnya bersama Timnas Indonesia.
Paruh kedua musim akan menjadi ujian mental dan kualitas bagi Sananta—apakah ia mampu menjawab tantangan atau justru tergeser oleh para pendatang baru.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
