- Owen Hargreaves menyatakan Manchester United memerlukan konsistensi untuk bersaing meraih gelar juara Liga Inggris.
- Kekalahan 0-1 dari Everton 10 pemain membuat MU tertahan di peringkat sepuluh klasemen.
- Hargreaves membela Ruben Amorim, menilai sistem 3-4-3 yang diterapkan sebenarnya sangat cair dalam permainan.
Suara.com - Mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, menegaskan bahwa Setan Merah membutuhkan konsistensi untuk bisa kembali menjadi tim besar dan bersaing memperebutkan gelar.
Komentar itu muncul setelah kekalahan mengejutkan 0-1 dari Everton di Old Trafford, laga yang seharusnya dapat mereka kendalikan karena The Toffees bermain dengan 10 orang sejak menit ke-13 akibat kartu merah Idrissa Gueye.
Kekalahan tersebut sekaligus memutus tren positif MU yang sebelumnya mencatat lima laga tak terkalahkan, termasuk kemenangan penting atas Liverpool dan Brighton.
Alih-alih naik ke posisi lima besar, Setan Merah justru tertahan di peringkat 10 klasemen Liga Inggris.
Berbicara jelang laga MU kontra Crystal Palace akhir pekan ini, Hargreaves menilai bahwa konsistensi adalah pembeda utama antara tim hebat dengan tim biasa.
“Itu yang dimiliki tim-tim besar: konsistensi. Itulah yang pada akhirnya membuat Anda menjadi juara,” ujar Hargreaves seperti dikutip dari TNT Sports.
“Lihat saja City, Liverpool, atau Arsenal sekarang. Mereka sangat konsisten. MU masih terlalu sering naik-turun.”
“Everton bermain dengan 10 orang dan United tidak banyak menciptakan peluang. Gol lawan luar biasa, tapi MU gagal memaksimalkan situasi. Itu pasti membuat semua orang frustrasi,” jelasnya.
Ruben Amorim belakangan mendapat kritik karena kukuh dengan sistem permainannya yang fleksibel tapi tetap berbasis 3-4-3.
Baca Juga: Ruben Amorim Dicap Kepala Batu, Legenda Liverpool: Dia Gak Ngerti Cara Bermain
Meski demikian, Hargreaves menilai kritik itu tidak sepenuhnya adil.
“Amorim sudah bilang dia tidak akan mengubah sistem, dan klub memberinya kepercayaan penuh. Formasi itu hanya blueprint. Pada pertandingan, semuanya sangat cair,” kata Hargreaves.
Ia mencontohkan bagaimana Luke Shaw sering naik ke tengah membantu Casemiro dan Bruno Fernandes, membuat MU terlihat bermain dengan tiga gelandang.
Begitu pula Matheus Cunha dan pemain depan lain yang kerap turun menyusun serangan.
“Kalau dilihat rata-rata posisi pemain di akhir laga, MU sering tidak tampil sebagai 3-4-3. Jadi bukan formasi yang harus disalahkan,” tegasnya.
“Level tekanan di MU jauh di atas Sporting. Meski begitu, dia komunikator hebat. Saya yakin dia banyak belajar, termasuk dari laga debutnya lawan Ipswich yang mungkin membuatnya terkejut,” kata Hargreaves.