Filosofi Sepak Bola John Herdman, Timnas Indonesia Bakal Jadi Tim Gahar dan Sangat Unik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 01 Desember 2025 | 14:29 WIB
Filosofi Sepak Bola John Herdman, Timnas Indonesia Bakal Jadi Tim Gahar dan Sangat Unik
John Herdman (IG)
  • PSSI lirik John Herdman, eks pelatih Kanada Piala Dunia 2022.

  • Taktik Herdman fleksibel, adaptif, dengan formasi 3-4-3 dominan.

  • Kanada sukses di bawah Herdman berkat serangan dinamis dan pertahanan solid.

Suara.com - Nama John Herdman kini santer menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola nasional.

Sosok pelatih yang sukses membawa tim nasional Kanada melaju ke pentas Piala Dunia 2022 itu dikabarkan masuk dalam daftar radar PSSI.

Ketertarikan federasi sepak bola Indonesia ini muncul setelah Herdman berpisah dari klub MLS Toronto FC pada November 2024 dan kini berstatus bebas klub, seperti dilansir oleh Sky Sports.

PSSI tengah mempertimbangkan secara serius John Herdman sebagai kandidat kuat menakhodai Timnas Indonesia yang baru.

Prestasi signifikan Herdman saat menangani Kanada menjadi faktor utama di balik mencuatnya namanya dalam bursa pelatih.

Di bawah arahannya, Herdman tidak hanya sekadar mengubah corak permainan tim, tetapi juga berhasil membentuk mentalitas tanding yang kompetitif.

Berkat keberhasilannya, Kanada kembali menjadi kekuatan yang disegani di kawasan CONCACAF.

Metode kepelatihannya dikenal sangat fleksibel, mampu beradaptasi, dan fokus pada pembentukan karakter bermain yang kuat bagi para pemain.

Kemampuan Herdman dalam merancang struktur permainan, menyusun pergerakan antarlini, hingga memaksimalkan potensi pemain adalah kelebihan utamanya.

Herdman dikenal memiliki pemahaman taktis yang luwes dan ahli dalam memanfaatkan komposisi pemain berdasarkan kebutuhan spesifik setiap pertandingan.

Pendekatan strategisnya tidak terpaku pada satu formasi andalan, melainkan terus disesuaikan tergantung lawan yang dihadapi.

Formasi yang paling sering diterapkan adalah 3-4-3 atau 3-4-2-1, yang memungkinkan trio penyerang eksplosif seperti Alphonso Davies, Cyle Larin, dan Jonathan David beroperasi.

Saat tim memerlukan pertahanan yang lebih solid dan terorganisir, Herdman sigap mengubah skema menjadi empat bek, seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1.

Perubahan formasi ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan pertahanan sambil memfasilitasi transisi serangan yang cepat.

Kanada di bawah Herdman memprioritaskan pembangunan serangan dari lini belakang dengan struktur yang teratur dan rapi.

Dalam skema tiga bek, seorang gelandang tengah seperti Eustáquio akan turun mendekat ke belakang, menciptakan struktur 3+1 yang memudahkan sirkulasi bola tim.

Pada pola empat bek, salah satu gelandang juga seringkali bergerak ke belakang untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.

Pergerakan bola dilakukan dengan sangat cepat dan terarah secara progresif, terutama ditujukan ke sektor sayap lapangan.

Umpan-umpan vertikal atau diagonal yang dilepaskan oleh Eustáquio menjadi senjata vital untuk membongkar rapatnya blok pertahanan tim lawan.

Serangan Kanada dibangun melalui berbagai variasi pergerakan yang dinamis dan sulit dibaca oleh tim lawan.

Bintang utama tim, Alphonso Davies, menjadi pusat kreasi serangan, bergerak leluasa dari sisi kiri ke kanan untuk memancing para pemain bertahan lawan keluar dari posisinya.

Selain Davies, peran penting juga diemban oleh wing-back seperti Adekugbe dan Laryea yang aktif melakukan penetrasi.

Mereka menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan melalui skema overlap (melebar) maupun underlap (menusuk ke dalam).

Rotasi posisi yang cair antara Davies, David, dan Larin memberikan variasi serangan tambahan yang membuat Kanada menjadi tim yang sangat berbahaya.

Aspek ketangguhan Kanada tidak hanya terlihat di lini serang, tetapi juga dalam organisasi pertahanan mereka.

Herdman berhasil membentuk unit pertahanan yang sangat disiplin dan dikenal agresif dalam merebut bola, dibuktikan dengan hanya empat gol kebobolan di fase akhir kualifikasi.

Strategi counter-pressing menjadi elemen kunci, di mana pemain langsung melakukan tekanan begitu kehilangan penguasaan bola.

Peran gelandang tengah seperti Eustáquio dan Kaye sangat penting sebagai filter serangan lawan.

Tugas mereka adalah memutus alur bola lawan dan menutup celah ruang untuk transisi serangan cepat lawan.

Duo penyerang Larin dan David memulai pressing dari lini depan, memaksa lawan menggiring bola ke area yang padat pemain.

Sementara itu, para bek tengah secara konsisten unggul dalam duel udara dan duel di lapangan.

Struktur pertahanan yang solid inilah yang membuat Kanada tampil stabil di semua fase permainan di bawah John Herdman.

Kandidat John Herdman ini menjanjikan potensi perubahan besar dalam peta kekuatan Timnas Indonesia di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Vietnam Mulai Was-was, Soroti Pemain Keturunan Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025

Media Vietnam Mulai Was-was, Soroti Pemain Keturunan Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025

Bola | Senin, 01 Desember 2025 | 14:17 WIB

John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia Punya Rekor Paling Langka di Dunia

John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia Punya Rekor Paling Langka di Dunia

Bola | Senin, 01 Desember 2025 | 14:03 WIB

Siapa Ayah Lyfe Oldenstam? Sosok Hebat di Balik Kemampuan Bintang Muda Como

Siapa Ayah Lyfe Oldenstam? Sosok Hebat di Balik Kemampuan Bintang Muda Como

Bola | Senin, 01 Desember 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB

Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 21:50 WIB

BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United

BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 20:49 WIB

Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB

Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 20:35 WIB

Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United

Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 20:22 WIB

Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia

Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 20:08 WIB

Nasib Ranking FIFA Negara ASEAN, Timnas Indonesia Masih di Bawah Tetangga

Nasib Ranking FIFA Negara ASEAN, Timnas Indonesia Masih di Bawah Tetangga

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 20:00 WIB

Etos Kerja Lionel Messi Dibawa ke Persija Jakarta

Etos Kerja Lionel Messi Dibawa ke Persija Jakarta

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 19:40 WIB

Rapor Mengkilap Kapten Garuda, Media Italia Puji Aksi Jay Idzes di FIFA Series 2026

Rapor Mengkilap Kapten Garuda, Media Italia Puji Aksi Jay Idzes di FIFA Series 2026

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 19:05 WIB

Bintang Persib Eliano Reijnders Dikabarkan Masuk Radar Klub Liga Azerbaijan

Bintang Persib Eliano Reijnders Dikabarkan Masuk Radar Klub Liga Azerbaijan

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 18:51 WIB

Tanpa Dua Motor Serangan, Bhayangkara FC Hadapi Persija dalam Kondisi Pincang

Tanpa Dua Motor Serangan, Bhayangkara FC Hadapi Persija dalam Kondisi Pincang

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 18:47 WIB