- Pengamat Mikos Gouka menilai pelatih Ajax selanjutnya akan kesulitan karena tuntutan publik akan gaya menyerang meski bertahan efektif.
- John Heitinga, mantan pelatih Ajax, menjadi salah satu kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia pasca dipecat.
- Pendekatan pragmatis pelatih interim Fred Grim terbukti berhasil saat mengalahkan Feyenoord; Heitinga bisa dikritik jika menirunya.
Suara.com - Ajax Amsterdam tengah menikmati periode positif setelah meraih empat kemenangan beruntun.
Sayangnya di rekor impresif tersebut, muncul perdebatan soal permainan Ajax yang menyeret mantan pelatihnya, John Heitinga.
Nama John Heitinga sendiri belakangan santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia usai dipecat oleh Ajax Amsterdam.
Pengamat sepak bola Belanda sekaligus jurnalis Algemeen Dagblad, Mikos Gouka, menilai pelatih Ajax selanjutnya akan menghadapi dilema besar.
Dalam podcast AD, Gouka menyebut bahwa publik Amsterdam pada akhirnya akan selalu menuntut Ajax kembali bermain menyerang, meskipun pendekatan bertahan saat ini terbukti efektif.
Menurut Gouka, di bawah arahan pelatih interim Fred Grim, Ajax tampil jauh lebih solid secara defensif. Puncaknya terjadi saat mereka mengalahkan rival abadi Feyenoord dengan pendekatan pragmatis dan disiplin.
![Senior Shin Tae-yong Bongkar Kelemahan Calon Pelatih Timnas Indonesia [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/12/15/53500-guus-hiddink.jpg)
Nah kata Gouka, calon pelatih Timnas Indonesia, John Heitinga bisa mendapatkan kritik membabi buta jika memainkan skema itu di Ajax.
“Kalau John Heitinga melakukan apa yang dilakukan Grim sekarang, kritiknya mungkin akan jauh lebih besar,” ujar Gouka.
Ia menilai Heitinga terjebak ekspektasi publik yang saat itu menginginkan Ajax bermain menyerang setelah era Francesco Farioli.
Grim, sebaliknya, datang di momen krisis. Ia secara terbuka mengakui bahwa Ajax tidak mampu bermain dengan tekanan tinggi secara konsisten.
Karena itu, ia memilih bermain dari blok pertahanan yang lebih rapat.
John Heitinga Calon Pelatih Timnas Indonesia
Dua pelatih Belanda keturunan Indonesia, Giovanni van Bronckhorst dan John Heitinga dirumorkan menjadi salah satu calon pelatih Timnas Indonesia.
Giovanni van Bronckhorst, asisten pelatih Liverpool yang juga mantan kapten timnas Belanda, kini dikabarkan masuk daftar kandidat kuat untuk menukangi Timnas Indonesia.
Kabar ini pertama kali muncul dari laporan Indykaila di platform X, yang menyebut Van Bronckhorst menjadi salah satu opsi utama PSSI untuk menggantikan Kluivert.
Sementara John Heitinga dirumorkan jadi pelatih Timnas Indonesia setelah kedapatan mem-follow akun PSSI.
Rumor ini juga diperkuat status John Heitinga yang tanpa pekerjaan setelah dipecat oleh Ajax AFC.
John Heitinga pernah dikenal sebagai salah satu bek terbaik Belanda di eranya. Ketika masih berseragam Everton di Premier League, ia dilaporkan mengantongi pendapatan sekitar £55.000 per minggu atau setara Rp1,21 miliar.
Setelah gantung sepatu, Heitinga masuk ke dunia kepelatihan.
Ia sempat mengisi posisi manajer di Ajax Amsterdam.
Meskipun tidak pernah diumumkan secara resmi, beberapa laporan menyebutkan Heitinga bisa saja menerima gaji hingga €1,5 juta per tahun atau setara Rp29 miliar selama di Ajax.
Kontributor: Azka Putra