- Inter Milan menutup 2025 di puncak Serie A setelah mengalahkan Atalanta 1-0 berkat gol Lautaro Martinez.
- Lautaro Martinez mencetak gol keempat beruntun dan memimpin sementara top skor Serie A dengan sembilan gol.
- Lautaro mengakui tahun 2025 penuh tantangan fisik, namun ia tetap berjuang keras untuk kemenangan tim.
Suara.com - Inter Milan menutup tahun 2025 dengan catatan manis setelah meraih kemenangan krusial 1-0 atas Atalanta di Bergamo.
Gol tunggal kemenangan Nerazzurri dicetak oleh sang kapten, Lautaro Martinez, yang memanfaatkan assist cerdas dari pemain muda Francesco Pio Esposito.
Hasil ini mengantar Inter finis di puncak klasemen Serie A, unggul satu poin dari AC Milan dan dua poin atas Napoli.
Usai pertandingan, Lautaro berbicara jujur mengenai tahun 2025 yang ia akui penuh tantangan, terutama terkait kondisi fisiknya.
Meski demikian, penyerang asal Argentina itu menegaskan dirinya terus berjuang demi Inter.
Laga melawan Atalanta berlangsung dalam tekanan besar.
Sebelumnya, Inter gagal meraih trofi pada ajang Piala Super Italia setelah tersingkir dari Bologna lewat adu penalti di semifinal.
Kemenangan di Bergamo pun menjadi momen penting untuk menutup tahun dengan kepercayaan diri.
“Itu laga head-to-head karena Atalanta adalah tim kuat yang dalam beberapa tahun terakhir meraih banyak pencapaian di Serie A dan Eropa,” ujar Lautaro kepada DAZN Italia.
Baca Juga: Disebut Duet Bek Terbaik Serie A, Partner Jay Idzes Beri Respons Berkelas
“Mereka agresif dan pantas dihormati. Kami tahu apa yang akan kami hadapi, kami mempersiapkan diri dengan baik, dan kami harus terus berkembang,” tambahnya.
Lautaro menyebut kemenangan ini sebagai hadiah bagi para pendukung Inter dan keluarga para pemain yang selalu memberi dukungan.
Gol ke gawang Atalanta membuat Lautaro mencetak gol dalam empat laga Serie A secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali ia raih pada 2021.
Ia kini memimpin daftar top skor sementara Serie A dengan sembilan gol, unggul satu gol dari bintang AC Milan, Christian Pulisic, serta menutup tahun kalender 2025 dengan total 15 gol di liga.
Namun di balik performa apik tersebut, Lautaro mengungkapkan bahwa ia sempat bergulat dengan masalah kebugaran.
“Saya mengakhiri musim lalu dengan rasa sakit yang luar biasa di otot fleksor. Saya mengalami cedera serius menjelang laga yang sangat penting,” jelasnya.
“Saya tetap bermain, bahkan saat Piala Dunia Antarklub dan tugas tim nasional. Liburan saya sangat singkat, tetapi kami harus terus berjalan dan mencoba melakukan yang lebih baik,” lanjut Lautaro.
Dalam kesempatan yang sama, Lautaro juga memberi pujian sekaligus nasihat kepada Francesco Pio Esposito, pemain muda Inter yang berperan besar dalam gol kemenangan.
Esposito baru beberapa saat berada di lapangan ketika berhasil memotong umpan lawan dan dengan cerdas memberikan assist kepada Lautaro.
“Dengan pemain seperti Esposito di belakang saya, saya harus menaikkan level permainan untuk mempertahankan posisi saya,” kata Lautaro.
Sementara itu, Pio Esposito memilih bersikap rendah hati meski tampil menentukan.
“Saya masuk dengan mentalitas yang benar, lalu kesempatan itu datang dengan cepat. Saya mencoba membuat keputusan yang tepat, dan Lauti menyelesaikannya,” ujar Esposito.
“Saya tidak mengharapkan apa pun. Saya hanya ingin bekerja keras setiap hari, belajar dari para juara yang berlatih bersama saya, dan terus berkembang,” tambahnya.
Kontributor: Azka Putra