- Rafael Struick dikeluarkan kartu merah dalam laga Bhayangkara FC kontra Dewa United karena menendang bola ke arah Spasojevic.
- Bhayangkara FC memenangkan laga BRI Super League tersebut dengan skor akhir 1-0 melalui gol Fareed Sadat.
- Ilija Spasojevic adalah striker naturalisasi Montenegro yang kini bermain untuk Bhayangkara FC sejak Juli 2024.
Suara.com - Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick, menjadi sorotan usai terlibat insiden panas yang berujung kartu merah dalam laga BRI Super League antara Bhayangkara FC vs Dewa United, Senin (5/1/2026).
Bhayangkara FC keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 berkat gol Fareed Sadat di penghujung babak kedua.
Namun, kemenangan itu turut dibayangi insiden yang melibatkan Struick dan penyerang Bhayangkara, Ilija Spasojevic.
Meski permainan telah dihentikan, bola masih berada di sekitar lokasi kejadian.
Rafael Struick yang berada tak jauh dari insiden kemudian menendang bola ke arah Spasojevic yang masih tergeletak di lapangan.
Aksi tersebut memicu emosi pemain Bhayangkara FC dan membuat situasi memanas.
Spasojevic bangkit dan menghampiri Struick. Ketegangan meningkat hingga terjadi kontak yang membuat Struick terjatuh.
Keributan pun tak terhindarkan, dengan pemain dari kedua tim terlibat adu argumen di tengah lapangan.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, wasit Efendi mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan kartu merah langsung kepada Rafael Struick.
Baca Juga: Dukung John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Oki Rengga Sindir Patrick Kluivert Tak Punya Ilmu
Bagi winger berusia 22 tahun itu, kartu merah tersebut menjadi yang pertama sejak resmi bergabung dengan Dewa United pada Agustus 2025.
Profil Ilija Spasojevic
Nama Ilija Spasojevic tak asing di telinga pencinta sepak bola Indonesia. Penyerang kelahiran Montenegro ini dikenal sebagai salah satu striker paling tajam yang pernah berkiprah di kompetisi Tanah Air.
Ilija Spasojevic lahir di Bar, Montenegro, 11 September 1987. Meski terlahir di Eropa, Spasojevic resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Oktober 2017 dan sejak itu membela Timnas Indonesia.
Spasojevic memulai karier profesionalnya di klub Serbia Vojvodina, sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah klub Eropa Timur.
Namanya mulai mencuat saat membela Dinamo Tbilisi (Georgia).
Bersama klub tersebut, ia mencetak 30 gol dari 61 pertandingan, menjadi top skor asing pertama dalam sejarah Dinamo Tbilisi, serta meraih gelar Liga Georgia, Piala Georgia, dan Piala Super Georgia.
Ia juga mencicipi atmosfer Liga Champions saat menghadapi Panathinaikos pada 2008.
Spasojevic tiba di Indonesia pada 2011 dan langsung menunjukkan kualitasnya bersama Bali Devata, lalu PSM Makassar. Bersama PSM, ia menjadi top skor klub dan masuk Best XI Liga Indonesia musim 2011/2012.
Kariernya terus menanjak saat membela Mitra Kukar, Putra Samarinda, hingga Persib Bandung.
Meski kompetisi sempat terhenti pada 2015, Spasojevic tetap bersinar di ajang Piala Presiden, membantu Persib meraih gelar juara dan dinobatkan sebagai striker terbaik turnamen.
Puncak karier SpasojeviC datang bersama Bali United. Selama enam musim (2018–2024), ia menjelma menjadi ikon klub dan top skor sepanjang masa Bali United.
Ia turut mengantarkan Serdadu Tridatu meraih gelar Liga 1 2019 dan Liga 1 2021/2022, serta menyabet Sepatu Emas Liga 1 2021/2022 dengan torehan 23 gol.
Pada Juli 2024, Spasojevi resmi meninggalkan Bali United dan bergabung dengan Bhayangkara FC.
Setelah resmi menjadi WNI, Spasojevic menjalani debut bersama Timnas Indonesia pada 2017 dan langsung mencetak dua gol. Ia juga menjadi bagian skuad Indonesia di Piala AFF 2022, serta mencatatkan sejumlah gol penting untuk Merah Putih.
Kontributor: M.Faqih