- Jordi Cruyff resmi menjabat direktur teknik Ajax Amsterdam, melanjutkan warisan nama Cruyff di klub tersebut.
- Pengalaman Jordi di Barcelona mendukung peran pentingnya dalam mempromosikan pemain muda sesuai filosofi klub.
- Ia berencana mengombinasikan data modern dan keahlian sains dengan figur mantan pemain di akademi Ajax.
Suara.com - Ajax Amsterdam resmi memasuki babak baru dengan hadirnya Jordi Cruyff sebagai direktur teknik.
Hampir satu dekade setelah wafatnya legenda klub Johan Cruyff, nama besar Cruyff kembali menghiasi ruang pengambil kebijakan di Johan Cruyff Arena.
Meski gagal di Indonesia dan panen hujatan selama jadi penasihat teknis tim Garuda, Cruyff tetap dipuji setinggi langit saat kembali ke Ajax Amsterdam.
Dalam ulasannya di De Telegraaf, jurnalis senior Mike Verweij menyoroti sejumlah kelebihan Jordi Cruyff yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Ajax saat ini.
Pengalaman Jordi saat menjabat sebagai penasihat teknis dan direktur olahraga FC Barcelona pada periode 2021–2023 menjadi salah satu nilai plus utama.
![PSSI Sudah Tahu? Jordi Cruyff Diam-diam Negosiasi dengan Ajax Amsterdam di Barcelona [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/25/99805-jordi-cruyff.jpg)
Di tengah kondisi keuangan Barcelona yang sulit, Jordi disebut berperan penting dalam mendorong promosi pemain muda ke tim utama.
Filosofi yang diterapkannya pun sejalan dengan ajaran sang ayah, Johan Cruyff, yakni prinsip legendaris good enough is old enough, siapa pun yang cukup bagus, layak diberi kesempatan tanpa memandang usia.
“Jordi Cruyff dikenal sebagai team player sejati. Ia ingin bekerja dengan tim yang saling melengkapi di semua departemen,” tulis Verweij.
Kekhawatiran bahwa Jordi akan bersikap terlalu konservatif seperti ayahnya disebut tidak terbukti setelah melalui berbagai diskusi internal.
Baca Juga: Dukung John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Oki Rengga Sindir Patrick Kluivert Tak Punya Ilmu
Lebih lanjut, Jordi Cruyff juga menegaskan keinginannya untuk bekerja erat dengan jajaran direksi non-teknis, termasuk pengurus bisnis di level direksi, dewan komisaris, hingga dewan penasihat klub.
Meski meyakini bahwa data seharusnya bersifat pendukung dan bukan penentu utama, Jordi tetap terbuka terhadap penggunaan data modern, pelatih berbasis sains, serta perkembangan ilmiah di dunia sepak bola.
Salah satu gagasan menarik yang diusungnya adalah menempatkan pelatih muda berbasis data di setiap tim akademi Ajax, yang dipadukan dengan figur mantan pemain Ajax.
Menurut Jordi, kombinasi antara pengalaman sepak bola dan keahlian di bidang lain merupakan kunci untuk membangun organisasi teknis yang kuat dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai klasik klub.
Kontributor: M.Faqih