- Pep Guardiola menilai pemecatan Ruben Amorim oleh Manchester United mengejutkan, menyatakan Amorim layak mendapat waktu lebih.
- Guardiola berpendapat performa United tidak seburuk itu, beberapa hasil imbang signifikan merusak momentum klub tersebut.
- Ia menekankan realitas sulit manajer modern bahwa kegagalan meraih kemenangan membuat posisi pelatih tidak aman.
Suara.com - Manajer Manchester City Pep Guardiola memberikan respons mengejutkan atas pemecatan Ruben Amorim oleh Manchester United.
Dalam konferensi pers jelang Manchester City vs Brighton, Pep Guardiola menyebut Amorim sebenarnya layak diberi lebih banyak waktu, bahkan menilai performa United tidak seburuk yang terlihat jika beberapa hasil berjalan berbeda.
“Dengan hasil berbeda, Manchester United bisa dekat Arsenal.” kata Guardiola seperti dilansir dari Metro.uk
Ia menilai tiga hasil imbang menyakitkan di Old Trafford, termasuk lawan Everton dan Bournemouth menjadi pemicu hilangnya momentum United.
Menurut Guardiola, kecilnya margin hasil di Premier League bisa mengubah segalanya.
“Perbedaannya sangat kecil. Kadang proses butuh waktu.” sambung Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyentil realitas pahit sebagai manajer di sepak bola modern seperti sekarang.
“Tidak ada negara yang aman bagi pelatih jika tidak menang," ucapnya.
Ditambahkan Guardiola, absennya pemain Manchester United di Piala Afrika 2025 juga menghancurkan rencana Amorim.
Baca Juga: Pemain Keturunan Ini Berperan di Pemecatan Ruben Amorim, Bisa Dilirik John Herdman
Ruben Amorim resmi meninggalkan Old Trafford pada Senin awal pekan ini setelah 14 bulan penuh drama.
Selama 14 bulan terakhir, United hanya menang sekali dari lima laga terakhir. Manchester United pada musim lalu juga hanya finis di peringkat ke-16.
Sedangkan di awal musim ini, Benjamin Sesko dkk berada di posisi ke-6 Premier League, tiga poin tertinggal dari zona Liga Champions dan tertingggal 17 poin dari Arsenal.
Kontributor: Azka Putra