- John Herdman menerapkan revolusi taktik adaptif yang cair untuk Timnas Indonesia, menyulitkan lawan membaca strategi permainan mereka.
- Kejeniusan utama Herdman terletak pada pembangunan fondasi mental tim melalui pendekatan personal mendalam kepada para pemain.
- Fleksibilitas taktik Herdman bertujuan menciptakan kekacauan lawan dengan sering mengubah formasi seperti 3-4-3, 5-3-2, atau 4-4-2 box.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman menjanjikan sebuah revolusi taktikal.
Bukan sekadar perubahan formasi, melainkan sebuah pendekatan bunglon yang cair, adaptif, dan sangat sulit dibaca oleh lawan.
Kesaksian ini datang langsung dari Brandon Liss, seorang Analis Teknik yang pernah bekerja bersamanya di Toronto FC.
Menurut Liss, kejeniusan Herdman tidak hanya terletak pada papan strategi. Senjata utamanya justru adalah kemampuannya membangun fondasi mental di dalam tim.
Sebelum berbicara soal formasi, ia akan melakukan pendekatan personal yang mendalam.
Saat di Timnas Kanada, ia bahkan berbicara empat mata dengan lebih dari 40 pemain untuk memahami motivasi dan tujuan mereka.
Setelah fondasi kepercayaan, rasa aman, dan kultur kerja kolektif terbentuk, barulah ia mulai menyuntikkan racun taktikalnya.
“Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antarpertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar Herdman yang dikutip dari CoachesVoice.
Tujuan utama dari fleksibilitas taktik Herdman adalah satu yaitu menciptakan kekacauan bagi lawan.
Baca Juga: Eks Anak Asuh John Herdman Dipuji Gelandang Juventus usai Hajar Sassuolo dengan Skor 3-0
Ia tidak terpaku pada satu gaya permainan. Di satu laga timnya bisa tampil dominan dengan penguasaan bola, namun di laga lain mereka bisa bermain sabar dan menusuk lewat serangan balik mematikan.
“Kami senantiasa mencoba memahami struktur dan adaptasi seperti apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar untuk lawan,” ujar Herdman via Onesoccer.
Kemampuan untuk terus berubah inilah yang membuatnya menjadi mimpi buruk bagi para analis tim lawan.
“Banyak pelatih mengatakan sulit mempersiapkan taktik melawan Kanada, karena kami seperti bunglon: satu pertandingan bermain 3-4-3, pertandingan berikutnya 5-3-2, lalu berikutnya 4-4-2 box,” tambahnya.
Pendekatan bunglon taktik ala Herdman ini diyakini akan membawa sebuah paradigma baru bagi Timnas Indonesia.
Ia tidak hanya akan membawa ide-ide segar, tetapi juga sebuah mentalitas bahwa sebuah tim nasional tidak harus terikat pada satu identitas permainan yang kaku.