- Emil Audero, kiper Timnas Indonesia, kebobolan lima kali saat Cremonese dihancurkan Juventus 0-5 pada Senin (12/1/2026).
- Audero mengakui Juventus superior dan hasil skor mencerminkan kualitas lawan yang ditunjukkan di lapangan.
- Ia menyoroti tiga gol babak pertama lahir dari situasi tidak menguntungkan, termasuk kegagalan mengamankan bola muntah penalti.
Suara.com - Malam berat harus dilalui oleh kiper Timnas Indonesia sekaligus Cremonese, Emil Audero.
Gawangnya harus rela dibobol sebanyak lima kali saat Cremonese dihancurkan oleh raksasa Serie A Itaia, Juventus pada Senin (12/1/2026).
Namun di tengah kekalahan telak 0-5 itu, Audero menunjukkan mentalitasnya yang luar biasa dengan memberikan analisis yang jujur dan berkelas.
Tanpa mencari kambing hitam, kiper kelahiran Mataram ini secara terbuka mengakui bahwa Juventus memang berada di level yang berbeda.
Baginya hasil akhir di papan skor adalah cerminan nyata dari kualitas yang ditunjukkan oleh Jonathan David dkk di atas lapangan.
"Laga telah berakhir. Lawan kami superior bila dibandingkan kami," ucap Audero seperti dikutip dari situs resmi klub.
Lebih dari sekadar mengakui kekalahan, Audero memberikan analisis mendalam mengenai momen-momen krusial yang menurutnya telah membunuh permainan timnya.
Ia menyoroti bagaimana tiga gol yang tercipta di babak pertama lahir dari situasi-situasi yang sangat tidak menguntungkan.
"Ini adalah laga yang aneh. Laga di babak pertama berakhir dengan skor 3-0 lewat sejumlah situasi yang tak menguntungkan," kata Emil Audero.
Baca Juga: Klasemen Liga Italia Memanas Juventus Geser Napoli dan AS Roma Usai Menang Telak Lawan Cremonese
Kiper 28 tahun ini bahkan merinci momen penalti, di mana ia sebenarnya berhasil membaca arah bola, namun gagal mengamankan bola muntah.
"Penalti, saya berhasil menggagalkannya namun tak mampu menghalau bola pantulan setelahnya. Kemudian gol kedua mereka justru lahir dari situasi ketika kami punya peluang untuk mencetak gol," kata Audero.
Meskipun tertinggal tiga gol di babak pertama menjadi pukulan telak, Audero menolak untuk menyalahkan semangat juang rekan-rekannya.
Ia justru melihat adanya kegigihan dan tekad kuat yang ditunjukkan oleh timnya, meskipun pada akhirnya kualitas lawan yang berbicara.
"Jelas, dengan selisih gol seperti itu, pertandingan kemudian menjadi pertarungan yang sangat sulit bagi kami," ujar Emil Audero.
"Lawan lebih kuat dan telah menunjukkan hal itu di babak pertama namun sejatinya kami juga menunjukkan tekad kuat untuk tampil bagus," tuturnya.