-
Timnas Indonesia akan mengandalkan pemain pelapis dan talenta muda pada ajang Piala AFF 2026.
-
Jadwal turnamen yang bentrok dengan pramusim klub Eropa menyulitkan pemanggilan pemain pilar luar negeri.
-
Pelatih John Herdman optimis Piala AFF menjadi momen memperluas basis talenta sepak bola nasional.
"Jadi, itulah pentingnya memiliki 'kolam' talenta yang luas. Dan, saya pikir turnamen di Agustus yaitu AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam 'kolam' talenta yang dimiliki Indonesia."
Baginya, Piala AFF merupakan laboratorium yang tepat untuk menguji kemampuan individu yang selama ini berada di bangku cadangan.
Pemain muda akan diberikan panggung yang lebih luas guna menunjukkan kualitas mereka di level internasional yang kompetitif.
"Lalu juga memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkannya saat Maret atau Juni di kalender FIFA. Untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda, namun dengan skala yang jauh lebih besar," tutur John Herdman.
Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan bintang-bintang baru yang siap bersaing di level yang jauh lebih tinggi.
John Herdman teringat akan pengalamannya terdahulu saat menakhodai Tim Nasional Kanada pada ajang Piala Emas CONCACAF 2021.
Kala itu, tim asuhannya juga terpaksa bermain tanpa kehadiran bintang-bintang utama mereka yang merumput di liga-liga top Eropa.
"Jadi, saya pikir struktur dari turnamen tersebut sebagai seorang pelatih baru itu sempurna. Anda punya kesempatan untuk menggunakan 'kolam' yang jauh lebih besar, dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup," ujar Herdman.
Ketiadaan pemain bintang justru menjadi momen evaluasi yang mendalam bagi staf kepelatihan dalam memantau potensi tersembunyi.
Baca Juga: Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Kondisi tersebut memaksa pelatih untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang tersedia di kompetisi lokal maupun pemain pelapis.
"Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu. Anda harus menggunakan pemain lokal dan 'kolam' yang jauh lebih besar. Dan, Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu," tutur pelatih asal Inggris tersebut.
Dengan strategi ini, Herdman berharap Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada segelintir pemain inti saja dalam setiap turnamen.
Langkah berani ini diambil demi menciptakan keberlanjutan prestasi bagi Timnas Indonesia di masa yang akan datang.
Masyarakat pecinta sepak bola tanah air kini menantikan kejutan dari para pemain muda yang akan berjuang di lapangan.
Piala AFF 2026 akan menjadi saksi apakah kedalaman skuad Garuda sudah benar-benar siap bersaing di Asia Tenggara.