- AC Milan memenangkan pertandingan Serie A melawan Como 1907 dengan skor akhir 3-1 berkat mentalitas tangguh tim.
- Pelatih Allegri menyoroti peran krusial kiper Mike Maignan yang menyelamatkan tim saat Milan dalam tekanan berat.
- Milan melakukan tiga kali perubahan sistem taktis, termasuk eksekutor penalti yang ditentukan langsung oleh arahan Allegri.
Suara.com - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, melontarkan pujian tinggi terhadap mentalitas dan daya juang timnya usai meraih kemenangan penting 3-1 atas Como 1907 pada lanjutan Serie A Italia.
Allegri secara terbuka mengakui peran krusial Mike Maignan yang disebutnya menjaga Milan tetap hidup di saat tim berada di bawah tekanan.
Rossoneri sempat mengalami malam sulit di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Milan tertinggal lebih dulu lewat sundulan Marc-Oliver Kempf dan tertekan hampir sepanjang babak pertama.
Penalti Christopher Nkunku tepat sebelum turun minum menjadi titik balik, sebelum dua gol Adrien Rabiot di babak kedua memastikan kemenangan comeback Milan.
Allegri menilai kemenangan ini lahir dari ketangguhan mental dan kemampuan timnya beradaptasi di tengah pertandingan.
“Kami sempat kehilangan keseimbangan setelah tertinggal dan Como sangat berbahaya lewat umpan terobosan serta serangan balik. Dalam fase itu, Maignan benar-benar menjaga kami tetap hidup,” ujar Allegri kepada DAZN Italia.
Pelatih berusia 58 tahun itu mengungkapkan Milan beberapa kali mengubah sistem permainan. Rossoneri memulai dengan empat bek, lalu beralih ke 4-3-3, dan akhirnya menggunakan skema 3-5-2 di babak kedua.
“Setelah menyamakan skor melawan Como yang sangat kuat dan terorganisasi, saya menambah jumlah pemain di depan. Ketika kami sudah unggul, saya kembali ke pendekatan awal. Ini tim yang sangat resilien dan menginginkan hasil dengan segala cara,” tegasnya.
Baca Juga: Klasemen Serie A Liga Italia: Rossoneri Dekati Nerazzurri Usai Menang Comeback Atas Como
Momen penalti Milan juga diwarnai sedikit ketegangan. Rafael Leao terlihat ingin menjadi eksekutor, namun Allegri dari pinggir lapangan memastikan Nkunku yang mengambil tanggung jawab.
“Benar, Leao ingin mengambil penalti dan dia juga spesialis. Tapi pada momen itu, saya merasa Nkunku adalah pilihan yang tepat,” kata Allegri.
Pelatih asal Italia tersebut mengaku tidak menyaksikan langsung eksekusi penalti, seperti kebiasaan lamanya.
“Saya mendengar sorakan penonton dan sempat takut penalti itu gagal. Baru setelah melihat bangku cadangan kami merayakan, saya tahu bola masuk,” ungkapnya.
Kontributor: Adam Ali