- Zinedine Zidane menilai hubungan baik dengan pemain adalah faktor krusial meraih prestasi di Real Madrid.
- Zidane secara tiba-tiba menggantikan Rafa Benítez pada Januari 2016 saat mempersiapkan laga Castilla.
- Ia menekankan pentingnya kompetisi sehat di skuad; pemain yang berlatih buruk tidak akan mendapat kesempatan bermain.
Suara.com - Zinedine Zidane membuka kisah di balik kesuksesannya bersama Real Madrid.
Mantan pelatih Los Blancos itu mengungkapkan bahwa kemampuan seorang pelatih membangun hubungan dengan pemain menjadi faktor krusial dalam meraih prestasi, termasuk saat ia mengantarkan Madrid meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
Dalam wawancara di kanal YouTube milik Hamidou Msaidie, Zidane merefleksikan momen awal kedatangannya ke tim utama Real Madrid pada Januari 2016, menggantikan Rafa Benítez di tengah situasi klub yang sedang bergejolak.
Zidane mengaku promosi ke tim utama terjadi secara tiba-tiba. Saat itu, ia masih mempersiapkan laga Real Madrid Castilla melawan Ebro.
Namun kesempatan emas datang lebih cepat dari dugaan, sekaligus menjadi target besar sejak ia memulai karier kepelatihan di akademi Madrid.
![5 Fakta Kemenangan 2-1 Real Madrid Atas Barcelona: Rekor Kylian Mbappe [Instagram Real Madrid]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/27/55018-real-madrid.jpg)
Sejak hari pertama, tuntutan kerja sangat tinggi. Staf pelatih dan pemain bekerja dari pagi hingga larut malam di Valdebebas.
Zidane menegaskan keyakinan bahwa dengan skuad terbaik dunia, kerja keras akan selalu berbuah hasil.
Zidane menegaskan bahwa relasi pelatih dan pemain adalah fondasi utama kesuksesan.
“Di Real Madrid, kami ada untuk para pemain. Jika Anda tidak memahami itu, Anda tidak bisa bertahan lama sebagai pelatih. Untuk membuat ruang ganti menerima ide Anda, pelatih harus disukai pemain,” kata Zidane dilansir dari Cardena Ser.
Baca Juga: Real Madrid di Titik Terendah, Alvaro Arbeloa Mohon Dukungan kepada Sosok Ini
Menurutnya, jika pemain tidak sepenuhnya menerima metode latihan dan pendekatan pelatih, selalu akan ada yang kurang di dalam tim. Ia percaya, selama dilatih olehnya, para pemain menikmati sepak bola di semua aspek.
Zidane juga menekankan pentingnya menciptakan kompetisi sehat dalam skuad.
Tidak ada jaminan tempat utama bagi siapa pun. Pemain yang tidak berlatih dengan baik tidak akan bermain.
“Jika sejak Senin sudah tahu siapa yang akan bermain pada Sabtu, itu pertanda buruk. Pemain yang jarang bermain tidak akan berlatih dengan maksimal,” jelasnya.
Baginya, membangun kepercayaan diri pemain, baik secara fisik maupun mental, menjadi kunci kebangkitan Real Madrid kala itu. Setiap pemain harus merasa penting dan siap bersaing.
Kontributor: Adam Ali