- Senegal menjuarai Piala Afrika 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko 1-0 lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu.
- Laga final diwarnai protes dramatis Senegal yang sempat meninggalkan lapangan karena keputusan penalti kontroversial wasit Jean-Jacques Ndala.
- Setelah kembali, penalti Maroko gagal dieksekusi Brahim Diaz, dan Senegal memastikan gelar kedua mereka dalam tiga edisi terakhir.
Suara.com - Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika 2026 setelah menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor 1-0 dalam final paling dramatis dan kontroversial sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Gol tunggal kemenangan Senegal dicetak Pape Gueye pada babak tambahan waktu, hanya lima menit setelah extra time dimulai.
Drama pecah di menit-menit akhir waktu normal ketika wasit Jean-Jacques Ndala, memberikan penalti kepada Maroko usai Brahim Diaz terjatuh dalam duel di kotak penalti dengan El Hadji Malick Diouf.
Keputusan tersebut memicu kemarahan kubu Senegal. Pelatih Pape Thiaw bahkan secara mengejutkan memerintahkan seluruh pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Aksi ini membuat laga tertunda selama 17 menit.
Bintang Senegal Sadio Mane sempat berusaha membujuk rekan-rekannya untuk tetap bermain, namun akhirnya ikut berjalan menuju lorong stadion.

Situasi di tribun pun memanas, dengan sejumlah suporter Senegal dan Maroko masuk ke lapangan sebelum diamankan aparat keamanan.
Setelah Senegal akhirnya kembali ke lapangan, penalti baru dieksekusi pada menit ke-113. Namun, momen krusial itu berakhir tragis bagi Maroko.
Brahim Diaz, gelandang Real Madrid, mencoba mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka, tetapi bola dengan mudah ditangkap kiper Senegal Edouard Mendy.
Tak lama setelah itu, Senegal justru mencetak gol penentu kemenangan melalui Pape Gueye, memanfaatkan kekacauan mental dan fisik lawan.
Baca Juga: Senegal Juarai Piala Afrika 2025 usai Bungkam Maroko, Trofi Bersejarah Kedua
Dilansir dari Dailymail, laga berjalan dalam kondisi sulit hingga akhir extra time. Hujan deras mengguyur stadion Rabat, sementara benda-benda dilemparkan dari tribun ke arah gawang Mendy.
Pelatih Maroko Walid Regragui menyebut aksi walk-off Senegal sebagai memalukan dan tidak berkelas.
Sementara Thiaw sendiri mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik sepak bola Afrika.
“Kami bereaksi dalam emosi. Itu tidak seharusnya terjadi. Kami menerima keputusan wasit,” ujar Thiaw kepada beIN Sports.
Dengan kemenangan ini, Senegal meraih gelar Piala Afrika 2026 kedua dalam tiga edisi terakhir.
Sadio Mane dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen, sementara Brahim Diaz tetap menerima Golden Boot.