- Richarlison, penyerang Tottenham, membantah keras kabar hoaks menolak main di Piala Dunia 2026 terkait konflik Timur Tengah.
- Kabar palsu tersebut menyebut Richarlison tidak akan bermain sampai konflik antara AS-Israel dan Iran berakhir total.
- Ketegangan regional memicu kekhawatiran kelangsungan Piala Dunia 2026 dan rencana mundurnya tim nasional Iran.
Suara.com - Penyerang Tottenham Hotspur, Richarlison, angkat suara soal kabar di media sosial tentang dirinya menolak tampil di Piala Dunia 2026 karena serangan AS-Israel ke Iran.
Di platform sosial media X beredar tangkapan layar seolah-olah Richarlison mengatakan, “saya tidak akan bermain di Piala Dunia sampai perang selesai.”
Richarlison tegas membantah bahwa informasi tersebut ialah berita hoax.
"Karena berita palsu ini sudah terlalu jauh: saya tidak pernah membuat pernyataan itu. Meskipun saya menentang segala bentuk perang dan konflik, saya tidak pernah mengatakan tidak akan bermain untuk tim nasional Brasil di Piala Dunia,"
![Penyerang Tottenham Hotspur, Richarlison, angkat suara soal kabar di media sosial tentang dirinya menolak tampil di Piala Dunia 2026 karena serangan AS-Israel ke Iran. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/03/04/95404-richarlison.jpg)
"Saya berharap semua yang membagikan kebohongan ini menarik kembali dan menghapus postingannya.” tegasnya seperti dilansir dari Dailymail.
Konflik di Timur Tengah memasuki hari keempat setelah serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada Sabtu lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
alasan dari Teheran menargetkan sejumlah negara di Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Arab Saudi, dan Kuwait.
Pemerintah Brasil juga mengecam serangan tersebut, menegaskan posisi diplomatik tradisional mereka sebagai pendukung proses negosiasi damai.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran terkait kelangsungan Piala Dunia yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang
Presiden As, Donald Trump, menyatakan bahwa ia memperkirakan serangan militer ini akan berlangsung empat minggu atau kurang, dan memberi waktu lebih dari dua bulan bagi negara tuan rumah Piala Dunia 2026 untuk persiapan.
Situasi ini juga menimbulkan ketidakpastian bagi tim nasional Iran, yang menurut Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mempertimbangkan untuk mundur dari turnamen.
“Karena serangan ini dan kekejamannya, jauh dari harapan kami untuk melihat Piala Dunia dengan penuh optimisme,” kata Taj.
Timnas Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, dengan laga di Los Angeles dan Seattle jika tetap bermain.
Kontributor: Azka Putra