-
Maarten Paes menegaskan bahwa kabar bergabung ke Persib Bandung merupakan berita bohong dan menyesatkan.
-
Kiper Dallas FC tersebut meminta penggemar tidak mudah percaya pada spekulasi transfer tanpa dasar.
-
Pemain Timnas Indonesia ini merasa bingung dengan asal-usul rumor kepindahannya yang terus beredar luas.
Suara.com - Kiper utama Timnas Indonesia yang merumput di Liga Amerika Serikat, Maarten Paes kini menjadi pusat perhatian publik olahraga.
Maarten Paes secara terbuka menyatakan kebingungannya atas isu yang menghubungkan dirinya dengan raksasa Jawa Barat.
Klub Persib Bandung secara konsisten disebut sebagai pelabuhan baru bagi penjaga gawang tangguh milik Dallas FC.
Padahal pemain kelahiran Belanda ini sudah berkali-kali memberikan pernyataan bahwa kabar tersebut sepenuhnya tidak berdasar.
Informasi mengenai perpindahan kontrak kerja sang pemain terus bergulir liar di berbagai platform media sosial.
Muncul narasi yang menyatakan bahwa manajemen Dallas FC sengaja menahan proses perpindahan tersebut ke pihak Maung Bandung.
Menanggapi distorsi fakta yang semakin masif, Paes akhirnya memutuskan untuk kembali meluruskan situasi yang sebenarnya terjadi.
Ia merasa perlu menjaga profesionalisme dengan tidak membiarkan opini publik terbentuk berdasarkan data yang keliru secara total.
Melalui saluran komunikasi digitalnya, ia memastikan bahwa narasi yang beredar hanyalah karangan semata tanpa bukti autentik.
Baca Juga: Pascal Struijk Komen Suporter Timnas Indonesia Ingin Ia Dinaturalisasi: Itu Cukup Lucu
Pemain berusia 27 tahun ini menggunakan akun media sosial X pribadinya untuk merespons cuitan akun informan bola.
Secara singkat namun sangat padat, ia memberikan label negatif terhadap seluruh klaim kepindahannya ke tanah air.
"Berita palsu," kata Maarten Paes di sosial media X miliknya, merespons cuitan akun TimnasXtra.
Ketegasan ini menjadi bukti bahwa fokus utama sang kiper saat ini masih tertuju pada karir internasionalnya.
Ia berharap para pendukung sepak bola lebih selektif dalam menyerap informasi yang belum tervalidasi kebenarannya secara hukum.
Fenomena penyebaran berita tidak benar ini rupanya bukan merupakan kejadian pertama yang menimpa kiper jangkung tersebut.