- Jordi Cruyff mulai memberi pengaruh besar di Ajax meski belum resmi bekerja.
- Dua rencana transfer besar dibatalkan demi kebijakan efisiensi.
- Situasi ini disebut bisa membuka peluang bagi Dean James masuk radar Ajax.
Suara.com - Pengaruh Jordi Cruyff di Ajax Amsterdam mulai terasa bahkan sebelum ia resmi masuk dalam struktur manajemen teknis klub.
Meski baru dijadwalkan aktif secara formal pada Februari mendatang, sejumlah keputusan strategis sudah melibatkan masukan darinya.
Salah satu dampak paling nyata adalah batalnya dua rencana transfer Ajax pada bursa musim dingin 2026.
Informasi ini diungkap jurnalis senior De Telegraaf, Mike Verweij, dalam podcast Kick-Off yang mengulas dinamika internal Ajax di pasar pemain.
Menurut Verweij, manajemen Ajax telah meminta Jordi Cruyff bertindak sebagai penasihat dalam pengambilan keputusan penting.
Hasilnya, dua nama yang sebelumnya santer dikaitkan dengan klub—Daley Blind dan bek kiri FC Utrecht, Souffian El Karouani—akhirnya tidak dilanjutkan.
![Gol solo run Dean James di menit akhir bantu Go Ahead Eagles kalahkan Feyenoord 2-1. [Dok. IG Go Ahead Eagles]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/10/59375-dean-james-go-ahead-eagles.jpg)
“Jordi Cruyff tegas, Ajax tidak akan mengeluarkan uang untuk pemain yang kontraknya tinggal enam bulan lagi,” ujar Verweij.
Padahal, secara internal Ajax menilai El Karouani sebagai solusi ideal untuk sektor bek kiri.
Namun Cruyff menolak rencana pembayaran biaya transfer sekitar empat juta euro untuk pemain yang berpotensi direkrut secara gratis pada musim panas.
Baca Juga: Kevin Diks Dikabarkan Cedera usai Duel Keras di Laga Kontra Hamburg
Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis meski sarat risiko. Ajax bisa saja kehilangan target incarannya jika klub lain bergerak lebih cepat.
Meski begitu, Verweij menyebut Ajax masih punya opsi menawarkan proyek jangka panjang plus bonus tanda tangan untuk menarik minat pemain pada bursa berikutnya.
“Itu pilihan. Pengambil kebijakan memang harus berani membuat keputusan sulit,” jelas Verweij.
Situasi ini tak lepas dari performa Owen Wijndal yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak didatangkan dari AZ Alkmaar.
Selain inkonsistensi di lapangan, Wijndal juga disorot karena beban gaji tinggi—warisan dari periode finansial Ajax yang lebih stabil.
Di tengah kebijakan efisiensi tersebut, muncul pula rumor lain yang menarik perhatian publik Indonesia.