- Wasit Portugal, Joao Pinheiro, dipuji media Italia atas kepemimpinan solid laga Inter Milan kalah 1-3 melawan Arsenal di Liga Champions, Rabu (21/1/2026).
- Pinheiro dinilai membuat keputusan krusial tepat, termasuk mengesahkan dua gol Arsenal dan menolak penalti Inter Milan di laga intens tersebut.
- Kekalahan ini mengancam tiket otomatis Inter ke 16 besar; mereka disarankan fokus perbaiki performa alih-alih menyalahkan wasit.
Suara.com - Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, mendapat banyak pujian atas kepemimpinannya dalam laga Inter Milan vs Arsenal yang berakhir dengan skor 1-3 pada lanjutan Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Media Italia menilai Pinheiro tampil nyaris tanpa cela dalam setiap keputusan krusial sepanjang pertandingan.
Mengutip Gazzetta dello Sport via FCInterNews, wasit berusia 38 tahun itu dinilai memimpin laga dengan sangat baik, meski pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi.
Inter Milan yang tengah memburu kemenangan besar pertama mereka di bawah pelatih Cristian Chivu justru harus menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.
Kekalahan tersebut membuat Nerazzurri berada dalam posisi terancam untuk gagal mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Namun, laporan media Italia menegaskan bahwa Inter tidak bisa menyalahkan wasit, melainkan harus bercermin pada performa mereka sendiri.
Beberapa keputusan penting Pinheiro dianggap tepat. Saat Gabriel Jesus mencetak gol pembuka Arsenal, Inter sempat memprotes karena mengira sang striker berada dalam posisi offside.
Namun, tayangan ulang menunjukkan Luis Henrique masih membuat Jesus onside.
Keputusan lain yang krusial terjadi pada gol kedua Arsenal.
Baca Juga: Cetak Sejarah 140 Tahun, Arsenal Memang Favorit Juara Liga Champions Musim Ini
Bola dinilai belum sepenuhnya keluar lapangan sebelum Leandro Trossard menyundul bola kembali ke arah Jesus, sehingga gol tersebut sah.
Selain itu, Pinheiro juga dipuji karena tidak menghadiahi penalti untuk Inter meski terjadi kontak antara William Saliba dan Lautaro Martinez.
Insiden tersebut dianggap terlalu ringan untuk sebuah pelanggaran di kotak terlarang.
Satu-satunya catatan minor dalam kepemimpinan Pinheiro adalah keputusannya tidak memberikan kartu kuning kepada Eberechi Eze usai menjatuhkan Nicolo Barella.
Namun, hal tersebut dinilai tidak memengaruhi jalannya pertandingan secara signifikan.
Secara keseluruhan, Joao Pinheiro disebut tampil bersih dalam laga besar tersebut, sementara Inter Milan harus fokus memperbaiki performa jika ingin tetap bersaing di papan atas Liga Champions musim ini.