- Ribuan suporter Manchester United, dipimpin The 1958, akan protes besar menentang Sir Jim Ratcliffe jelang laga 1 Februari 2026.
- Aksi protes ini didorong kekecewaan terhadap kepemilikan Ratcliffe sejak Februari 2024, yang dinilai memperburuk performa klub.
- Tuntutan utama suporter kepada Ratcliffe adalah "Sell up, walk away" karena dianggap bersekutu dengan Glazer dan merusak identitas klub.
Suara.com - Gelombang kemarahan suporter Manchester United kembali memuncak.
Ribuan fans Setan Merah dikabarkan akan menggelar aksi protes besar-besaran menentang Sir Jim Ratcliffe dan grup INEOS jelang laga kandang melawan Fulham pada 1 Februari 2026.
Kelompok suporter legendaris, The 1958, memperkirakan sekitar 5.000 hingga 6.000 pendukung akan berkumpul untuk menyuarakan tuntutan tegas, “Sell up, walk away.”
Aksi ini muncul meski Manchester United baru saja mencatat kemenangan bergengsi atas Manchester City di laga perdana Michael Carrick sebagai pelatih sementara.
Namun hasil positif tersebut dinilai tak cukup menutupi kekecewaan mendalam terhadap arah klub di bawah kepemilikan saat ini.
Sejak Ratcliffe resmi menjadi pemegang saham minoritas pada Februari 2024, performa United justru dianggap memburuk.
![Sir Jim Ratcliffe: Manchester United Kehabisan Uang [Instagram @sir.jimratcliffe]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/11/39774-jim-ratcliffe.jpg)
Musim lalu, klub mencatatkan peringkat liga terburuk dalam 51 tahun, finis di posisi ke-15 dan gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Musim ini pun dipastikan tanpa trofi setelah tersingkir lebih awal dari Piala Liga dan FA Cup.
The 1958 menilai Ratcliffe telah memilih bersekutu dengan keluarga Glazer, yang selama 21 tahun terakhir dianggap sebagai simbol utang, salah urus, dan keserakahan finansial.
Baca Juga: Manchester United Terlempar dari 5 Besar Klub Terkaya Dunia, Real Madrid Raup Lebih dari Rp21 T
Dalam pernyataan keras mereka, kelompok ini menyebut United kini berubah menjadi sirkus dan kehilangan identitas sebagai klub besar.
“Ratcliffe dulu kami anggap sebagai penyelamat, tetapi kini justru menjadi bagian dari masalah. Klub ini semakin jauh dari nilai dan budaya suporternya,” bunyi pernyataan The 1958 seperti dilansir dari The Sun
Mereka juga menegaskan protes ini bukan semata soal hasil di lapangan, melainkan tentang kelangsungan identitas Manchester United.
Kemarahan fans juga dipicu oleh ketidakstabilan manajemen.
United memecat Ruben Amorim pada awal Januari setelah konflik internal dengan direktur sepak bola Jason Wilcox, memperpanjang kesan kekacauan di tubuh klub.
Kelompok suporter itu menegaskan Ratcliffe kini tidak lagi diterima oleh banyak fans di Old Trafford.