- John Barnes, legenda Liverpool, dinyatakan bangkrut pada September 2025 akibat investasi buruk dan utang mencapai £1,5 juta.
- Penyebab utama kebangkrutan adalah investasi tidak lazim di properti dan kopi Brasil yang mengikuti saran non-profesional.
- Barnes telah mengembalikan sekitar £2,2 juta kepada HMRC sejak 2017 meskipun akhirnya mengajukan kebangkrutan.
Suara.com - Legenda sepak bola Inggris dan Liverpool, John Barnes, mengungkap kisah pahit di balik status bangkrut yang menimpanya.
Pria berusia 62 tahun itu mengaku serangkaian investasi buruk di berbagai negara, termasuk investasi yang tak lazim di kopi Brasil, menjadi penyebab utama dirinya terlilit utang hingga £1,5 juta atau setara lebih dari Rp30 miliar.
Barnes resmi dinyatakan bangkrut pada September 2025, setelah perusahaan medianya, John Barnes Media, menumpuk utang besar dan akhirnya dilikuidasi.
Akibat kasus tersebut, mantan winger eksplosif Liverpool itu juga sempat dilarang menjadi direktur perusahaan selama tiga setengah tahun.
Dalam pengakuannya di program Stick of Football milik The Overlap, Barnes menjelaskan bahwa masalah keuangan itu bukan terjadi secara instan.
Barnes menyebut terlalu banyak mengikuti saran investasi dari pihak luar, bukan dari penasihat keuangan profesional.
“Saya terjebak banyak investasi, termasuk kopi di Brasil dan properti seperti vila di Florida. Banyak orang datang menawarkan skema investasi, dan saya ikut masuk,” ujar Barnes dilansir dari Dailymail.
Barnes mengaku situasinya mirip dengan kasus V11, kelompok mantan pesepak bola Inggris yang kehilangan jutaan pound akibat investasi bermasalah pada 1990-an. Bedanya, Barnes memilih tidak menempuh jalur hukum untuk mengejar kerugiannya.
Mantan bintang Timnas Inggris itu juga mengungkap telah membayar pajak ke HMRC (otoritas pajak Inggris) selama delapan tahun terakhir. Sejak 2017, ia mengklaim sudah mengembalikan sekitar £2,2 juta, dan rutin membayar £10.000 per bulan, dengan menjual hampir seluruh aset yang dimilikinya.
Baca Juga: Arsenal Siap Bajak Arda Guler Saat Liverpool Ganggu Rencana Transfer Yan Diomande Januari Ini
“Sejujurnya, kalau saya bangkrut sejak 2017, saya mungkin masih punya £2 juta. Tapi saya tidak ingin dicap sebagai orang yang lari dari tanggung jawab,” tegas Barnes.
Namun, tekanan dari otoritas pajak yang dinilainya terlalu agresif membuatnya akhirnya tak punya pilihan selain mengajukan kebangkrutan tahun lalu.
Barnes, yang pernah meraih PFA Player of the Year 1988 dan memenangkan dua gelar Liga Inggris, dua Piala FA, serta satu Piala Liga bersama Liverpool, menilai generasi pesepak bola saat ini jauh lebih beruntung karena mendapat edukasi finansial sejak dini.
“Dulu, pemain hanya minta saran dari teman yang ‘katanya tahu’. Sekarang pemain muda jauh lebih terlindungi,” tutup Barnes.
Kontributor: M.Faqih