- Sejumlah pemain Timnas Putri Iran mengajukan suaka di Australia setelah Piala Asia Wanita 2026 karena ancaman keluarga.
- Pemerintah Australia mengonfirmasi lima pemain telah menerima suaka dan dipindahkan ke lokasi aman oleh polisi federal.
- Para atlet sempat merasa takut terhadap polisi Australia karena mengira aparat serupa dengan polisi di negara asal mereka.
Suara.com - Sejumlah pemain Timnas Putri Iran dilaporkan mengajukan suaka di Australia setelah tampil di Piala Asia Wanita 2026.
Skuat Timnas Putri Iran itu mengaku khawatir terhadap keselamatan diri dan keluarga jika kembali ke Iran.
Agen migrasi Australia, Naghmeh Danai, mengungkapkan para pemain diduga menerima ancaman terhadap keluarga mereka di tanah air.
Menurutnya, tekanan tersebut membuat para atlet takut pulang.
“Mereka ingin tetap tinggal, tetapi mereka khawatir akan konsekuensinya karena pemerintah Iran bisa menyita segalanya,” kata Danai dikutip dari ABC News.
Danai menyebut sebagian besar pemain masih sangat muda dan tidak sepenuhnya memahami risiko yang mereka hadapi.
“Dari pengamatan saya, mereka masih muda dan polos. Mereka bahkan tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya yang bisa terjadi jika mereka kembali,” ujarnya.
![Pemerintah Australia secara resmi memberikan suaka kepada lima anggota timnas wanita Iran yang memutuskan tidak kembali ke tanah air mereka usai perhelatan Piala Asia Putri 2026. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/10/13721-timnas-putri-iran.jpg)
Ia juga mengungkapkan para pemain sempat takut terhadap polisi Australia.
Ketakutan itu muncul karena mereka menganggap aparat di Australia mirip dengan polisi di Iran.
Baca Juga: Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
“Mereka bahkan takut pada polisi di sini. Kami harus menjelaskan bahwa di Australia polisi ada untuk melindungi mereka,” kata Danai.
Pemerintah Australia akhirnya memberikan suaka kepada lima pemain timnas putri Iran. Mereka adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengatakan kelima pemain tersebut telah dibawa ke lokasi aman oleh polisi federal. Ia juga memastikan proses visa kemanusiaan mereka telah selesai.
“Saya katakan kepada anggota tim lainnya, kesempatan yang sama juga tersedia bagi mereka,” ujar Burke.
Ia menambahkan bahwa Australia terbuka bagi para atlet tersebut. “Australia telah menerima tim sepak bola wanita Iran di hati kami,” katanya.
Kasus ini mencuat setelah para pemain Iran dilaporkan menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama mereka di turnamen.