- AC Milan gagal mengamankan bek muda Genk, Juwensley Onstein, setelah kesepakatan transfer mereka batal mendadak.
- Barcelona kini dikabarkan berada di posisi terdepan untuk merekrut Onstein, pemain keturunan Indonesia berusia 18 tahun itu.
- Onstein, yang memiliki kakek kelahiran Medan, telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan klub raksasa LaLiga Spanyol.
Suara.com - AC Milan dikabarkan gagal mendapatkan pemain keturunan Indonesia, Juwensley Onstein. Menariknya, bek Genk tersebut dikabarkan selangkah lagi gabung ke raksasa Spanyol, Barcelona.
Barcelona dikabarkan berada di posisi terdepan untuk mengamankan tanda tangan bek muda berbakat milik Genk, Juwensley Onstein.
Klub raksasa LaLiga tersebut disebut berhasil menikung AC Milan yang sebelumnya selangkah lagi menyelesaikan transfer sang pemain.
Saga transfer Onstein menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir.
Awalnya, AC Milan dilaporkan telah mencapai tahap lanjut dalam negosiasi dengan Genk.
Jurnalis transfer ternama Matteo Moretto bahkan menyebut Onstein dijadwalkan tiba di Italia pada Kamis lalu untuk menjalani tes medis.
![17 Tahun, 1,88 Meter, Masa Depan Cerah Pemain Berdarah Medan Juwensley Onstein [@FabrizioRomano]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/20/10740-juwensley-onstein.jpg)
Namun, rencana tersebut mendadak batal. Onstein tak kunjung datang ke Italia, dan Moretto kemudian mengungkapkan bahwa kesepakatan Milan–Genk gagal tepat saat kedua klub berada di fase pertukaran dokumen untuk meresmikan transfer.
Situasi tersebut dimanfaatkan Barcelona. Dalam laporan terbarunya di media sosial X, Moretto menyebut Blaugrana kini sangat dekat mencapai kesepakatan dengan Genk.
“Barcelona menginginkan Juwensley Onstein, bek tengah asal Belanda dari Jong Genk. Kesepakatan antar klub sudah mendekati final,” tulis Moretto.
Baca Juga: Here We Go! Juventus Resmi Dapatkan Striker Muslim dari Maroko, Siapa Dia?
Lebih lanjut, Barcelona disebut sangat percaya pada kualitas Onstein dan telah menyiapkan rencana pengembangan khusus untuk pemain berusia 18 tahun tersebut.
Sang pemain pun dikabarkan sudah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan klub asal Catalunya itu.
Juwensley Onstein diketahui keturunan Indonesia. Kakek dari pihak ayah lahir di Medan, Sumatera Utara.
Kecintaan pada sang kakek ditunjukkan Onstein dengan nyata. Saat mendapat kontrak profesional pertama di Genk, Onstein memilih menggunakan nomor punggung 54 karena hal tersebut terasa spesial baginya dimana kakeknya lahir pada tahun 1954.
Jika sang kakek pihak Ayah kelahiran Medan. Neneknya dari pihak ayah berasal dari Suriname. Sedangkan pada sisi Ibunya full Belanda.
Perjalanan kariernya dimulai sejak usia enam tahun di klub akademi ESA Arnhem sebagai gelandang nomor 8.