- Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, menyalahkan angin kencang sebagai faktor krusial kekalahan 2-3 dari Bournemouth.
- Kekalahan tersebut mengakhiri rentetan 13 laga tanpa kekalahan Liverpool di semua kompetisi Premier League.
- Gol penentu Bournemouth dicetak Amine Adli pada menit akhir injury time, memanfaatkan situasi kelelahan tim lawan.
Suara.com - Kapten Liverpool Virgil van Dijk mengemukakan alasan tak biasa terkait kesalahan krusialnya saat The Reds menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Bournemouth pada lanjutan Premier League.
Bek asal Belanda itu menyebut kondisi angin kencang sebagai faktor utama yang membuatnya salah mengantisipasi bola.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rekor 13 laga tak terkalahkan Liverpool di semua kompetisi. Padahal, pasukan Arne Slot sempat menunjukkan mental kuat dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol.
Liverpool lebih dulu tertinggal akibat blunder Van Dijk yang gagal menghalau bola panjang.
Kesalahan itu dimanfaatkan Alex Scott untuk memberi assist kepada Evanilson, yang membuka keunggulan Bournemouth. Gol kedua tuan rumah menyusul tak lama kemudian.
Meski demikian, Liverpool berhasil menyamakan skor. Van Dijk menebus kesalahannya lewat sundulan dari situasi sepak pojok sebelum turun minum, disusul gol Dominik Szoboszlai melalui tendangan bebas pada babak kedua.
Namun, saat Liverpool terus menekan demi gol kemenangan, justru Bournemouth yang mencetak gol penentu.
Amine Adli memanfaatkan kemelut dari situasi lemparan ke dalam untuk mencetak gol pada menit terakhir injury time, sekaligus memastikan kemenangan tuan rumah.
Usai laga, Van Dijk mengakui kesalahannya, namun menegaskan bahwa kondisi cuaca sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris Terbaru: Manchester City Menang, Liverpool Tersungkur
“Gol pertama sangat sulit diantisipasi karena kondisi saat itu. Angin sangat tricky,” ujar Van Dijk kepada Sky Sports.
“Bola-bola panjang di sisi tersebut benar-benar sulit diprediksi. Kebobolan memang tidak bisa diterima, tetapi situasinya tidak mudah.”
Van Dijk juga menyoroti dua gol cepat yang bersarang ke gawang Liverpool sebagai momen krusial dalam laga tersebut.
“Kebobolan dua gol dalam waktu singkat jelas tidak bagus. Gol saya sebelum turun minum sangat penting untuk momentum, dan kami menunjukkan reaksi yang baik,” lanjutnya.
Pemain Bournemouth Alex Scott, yang terlibat langsung dalam gol pembuka, turut mengamini bahwa angin kencang memberi dampak besar.
“Angin membuat segalanya lebih sulit untuk Virgil. Bola seperti berhenti di udara, dan untungnya saya berada di posisi yang tepat,” ujar Scott.