- Presiden AS Donald Trump mendukung partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 setelah pertemuan dengan Presiden FIFA.
- FIFA menegaskan sepak bola harus menyatukan orang di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
- Beberapa anggota delegasi Iran mengajukan suaka di Australia setelah Piala Asia Putri 2026, Trump sebelumnya mendukung hal ini.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa Timnas Iran tetap dipersilakan tetap bertanding di Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah pertemuannya dengan Trump di Washington.
Partisipasi Iran sempat dipertanyakan menyusul konflik militer yang pecah pada 28 Februari antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan itu bahkan meluas ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Infantino menegaskan bahwa Trump tetap mendukung kehadiran Iran di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
“Malam ini saya bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk membahas persiapan Piala Dunia FIFA yang tinggal 93 hari lagi,” tulis Infantino melalui akun Instagram.
![Ilustrasi Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026 [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/40602-ilustrasi-timnas-iran-absen-di-piala-dunia-2026.jpg)
Ia juga menyebut pembahasan menyentuh situasi geopolitik yang melibatkan Iran.
Menurutnya, Trump memberikan sinyal jelas bahwa sepak bola harus tetap menjadi ajang pemersatu.
“Dalam diskusi tersebut, Presiden Trump menegaskan bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan berkompetisi di Piala Dunia di Amerika Serikat,” ujar Infantino.
Baca Juga: Donald Trump Kini Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
Infantino menilai turnamen global seperti Piala Dunia sangat penting di tengah ketegangan dunia saat ini.
“Kita semua membutuhkan ajang seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang lebih dari sebelumnya,” katanya. “Sepak bola menyatukan dunia.”
Di Piala Dunia 2026, ran rencananya akan memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat.
Bahkan ada kemungkinan Iran bertemu tuan rumah jika kedua tim finis di posisi runner-up grup masing-masing.
Di tengah isu tersebut, kontroversi juga muncul setelah beberapa anggota delegasi Iran mengajukan suaka kemanusiaan di Australia usai tampil di Piala Asia Putri 2026.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengonfirmasi beberapa pemain dan staf memilih tetap tinggal di negara tersebut.