- PSSI mengadakan rapat darurat daring membahas insiden brutal Liga 4 di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang viral.
- Rapat tersebut bertujuan mengambil langkah tegas karena dampak negatif tindakan tidak sportif terhadap nama baik sepak bola nasional.
- PSSI akan evaluasi dan menambah regulasi sanksi yang berlaku tidak hanya untuk pemain tetapi juga semua ofisial klub.
Zainudin juga menjelaskan, sejak awal PSSI menggulirkan Liga 4 dengan keyakinan bahwa asosiasi provinsi serta kabupaten dan kota memiliki kesiapan menyelenggarakan kompetisi.
Namun, dalam perjalanannya, muncul persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.
“Itulah sebabnya kami di PSSI melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kita harus menyelamatkan sepak bola Indonesia ini dari penilaian yang buruk,” ucap Zainudin.
Rapat darurat ini digelar menyusul sejumlah insiden tendangan brutal dalam kompetisi Liga 4.
Salah satunya terjadi pada laga Liga 4 Jawa Tengah antara Persikaba Blora melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/1/2026), ketika seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.
Insiden serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur pada pertandingan PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2025). Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai kecaman publik.