- Legenda sepak bola Jepang, Keisuke Honda, mendukung partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 melalui media sosial X.
- Dukungan Honda memicu dampak komersial negatif, menyebabkan penangguhan kesepakatan iklan dengan perusahaan Amerika Serikat.
- Iran memutuskan tidak ikut Piala Dunia 2026 karena konflik politik dengan Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah.
Suara.com - Niat baik legenda sepak bola Jepang, Keisuke Honda untuk menyuarakan dukungan kepada Timnas Iran justru berbuah petaka.
Sikapnya yang mendukung partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 ternyata menjadi bumerang yang menghantamnya secara langsung di level komersial.
Polemik ini berawal dari keputusan tegas Iran untuk menarik diri dari turnamen.
Menteri Olahraga Ahmad Donyamali menegaskan bahwa partisipasi negaranya menjadi mustahil akibat konflik dengan Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah.
“Dengan mempertimbangkan pemerintah korup ini (Amerika Serikat) telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak memiliki situasi yang tepat untuk berpartisipasi di Piala Dunia (2026),” kata Donyamali.
Di tengah situasi pelik ini, Honda, melalui akun media sosial X miliknya menyampaikan pandangan pribadinya.
Eks bintang AC Milan itu menyadari betul sensitivitas isu tersebut, namun tetap berharap Iran bisa berlaga di panggung dunia.
“Saya tahu ini adalah masalah yang sangat sensitif tetapi saya pribadi ingin mereka (Iran) berpartisipasi di Piala Dunia,” cuit Honda di akun X @kskgroup2017.
Akan tetapi, dukungannya tersebut harus dibayar mahal. Hanya sehari setelah cuitan pertamanya, Honda kembali mengumumkan bahwa sikapnya telah menimbulkan konsekuensi nyata, sebuah kesepakatan komersial dengan perusahaan asal AS ditangguhkan.
Baca Juga: AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
“Sepertinya ada (kerja sama) iklan dari sebuah perusahaan AS, yang seharusnya difinalisasi jelang Piala Dunia, ditangguhkan karena pernyataan itu,” cuit Honda pada Jumat 13 Maret 2026.
Sebagai informasi, sikap Honda ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial yang tidak menjamin keselamatan skuad Iran jika hadir di negaranya.