- Rafa Abdurrahman bersyukur mendapat panggilan debut mengikuti TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya asuhan Nova Arianto.
- Para pemain digembleng materi taktik, fisik, dan mental yang selaras dengan filosofi permainan skuad senior nasional.
- Rafa menegaskan dirinya tidak terbebani oleh nama besar sang ayah, Maman Abdurrahman, dan fokus memberikan yang terbaik.
Suara.com - Penggawa muda Persija Jakarta yakni Rafa Abdurrahman merasa sangat bangga bisa menembus skuad Timnas Indonesia U-20.
Pemain debutan ini mendapat panggilan berharga dari Pelatih Nova Arianto untuk mengikuti pemusatan latihan bergengsi tingkat nasional.
Rasa syukur tak terhingga diungkapkan sang pemain saat menjalani serangkaian agenda TC di Surabaya yang menguras fisik dan mental.
Agenda pemusatan latihan skuad Garuda Muda ini diselenggarakan secara intensif di Stadion Gelora 10 November, Jawa Timur.
Setelah menyelesaikan sesi latihan tim pada hari Jumat, putra kandung mantan bek timnas Maman Abdurrahman ini membagikan perasaannya kepada awak media.
“Alhamdulillah bisa dipercaya sama Coach Nova. Rafa sendiri cuma kasih yang terbaik di liga, kalau bisa dipanggil tim nasional itu bonus. Kalau sudah dipanggil, pasti kasih yang terbaik,”
Selama kurang lebih dua pekan digembleng, para pemain mulai menyerap filosofi taktik yang diinginkan oleh staf kepelatihan.
Konsep permainan yang ditanamkan ternyata memiliki benang merah yang sama persis dengan skema taktik di level senior.
Menu latihan harian para atlet mencakup pematangan taktik di atas lapangan, penguatan otot, hingga pembentukan mental juara.
Baca Juga: Nova Arianto Panggil 28 Pemain untuk TC Timnas U-20, Fokus Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Asia
“Di awal dua minggu ini kami diperkenalkan filosofi tim senior, jadi dari tim senior ke U-20 itu sama. Coach Nova kasih cara defending, cara attacking, dan ada juga latihan fisik di gym,” kata Rafa Abdurrahman dikutip dari Antara.
Juru taktik timnas kelompok umur tersebut memang dikenal menuntut kedisiplinan tingkat tinggi dari setiap anak asuhnya.
Keseriusan mutlak menjadi harga mati karena ribuan pesepak bola muda lainnya di luar sana sangat mengidamkan posisi di skuad ini.
“Coach Nova mau pemain yang agresif dan mau kerja. Dia tidak mau pemain yang hanya bercanda atau buang-buang waktu di sini,” jelas Rafa.
Pendekatan tegas sang pelatih diakui sangat efektif untuk menggenjot kualitas teknis dan fisik seluruh penggawa tim nasional.
Statusnya sebagai anak kandung dari seorang legenda sepak bola nasional rupanya sama sekali tidak membebani langkah pemuda berbakat ini.