- Pemerintah Meksiko menyelidiki serangan brutal di lapangan sepak bola Salamanca, Guanajuato, Senin (27/1/2026) menewaskan 11 orang.
- Guanajuato adalah wilayah rawan kekerasan akibat konflik perebutan wilayah antara Kartel Santa Rosa de Lima dan CJNG.
- Insiden ini menimbulkan kekhawatiran keamanan menjelang Meksiko menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026.
Suara.com - Pemerintah Meksiko tengah menyelidiki serangan bersenjata brutal di sebuah lapangan sepak bola yang menewaskan 11 orang dan melukai 12 lainnya di kota Salamanca, Negara Bagian Guanajuato, Senin (27/1/2026) waktu setempat.
Dilansir dari Elnuevodia, insiden berdarah ini terjadi sehari setelah pertandingan sepak bola amatir, saat warga masih berkumpul di lokasi.
Lapangan dipenuhi kaleng bir, lilin, serta pakaian berlumuran darah, menjadi saksi bisu serangan brutal tersebut.
Gubernur Guanajuato, Libia Dennise García, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah memperkuat pengamanan wilayah dengan melibatkan aparat keamanan negara bagian dan federal.
Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan pemerintah akan bertindak tegas untuk melindungi warga, memulihkan keamanan, dan membawa para pelaku ke hadapan hukum.
Daerah Paling Rawan Kekerasan di Meksiko
Salamanca berada di Guanajuato, yang dikenal sebagai negara bagian dengan tingkat pembunuhan tertinggi di Meksiko.
Wilayah ini selama beberapa tahun terakhir dilanda konflik berdarah akibat perebutan wilayah antara Kartel Santa Rosa de Lima dan Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG).
Kartel Santa Rosa de Lima dikenal sebagai kelompok kriminal yang bergerak dalam pencurian dan perdagangan bahan bakar ilegal, sementara CJNG merupakan organisasi kriminal dengan pertumbuhan tercepat di Meksiko saat ini.
Baca Juga: 2 Faktor yang Bikin Timnas Indonesia Bisa Lolos Piala Dunia 2030 di Tangan John Herdman
![Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/23/38609-tur-trofi-piala-dunia-2026-trophy-tour-fifa-world-cup-2026.jpg)
Wali Kota Salamanca, César Prieto, menyebut peristiwa ini sebagai bagian dari gelombang kekerasan dan secara terbuka meminta bantuan kepada Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, untuk menangani situasi darurat tersebut.
Namun dalam konferensi pers nasional, Sheinbaum belum memberikan pernyataan langsung terkait tragedi ini dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kejaksaan lokal, yang hanya memastikan bahwa penyelidikan resmi sedang berlangsung.
Diduga Serangan Teror Kartel
Analis keamanan Meksiko, David Saucedo, menilai serangan ini kemungkinan besar merupakan aksi brutal tanpa target spesifik yang dilakukan Kartel Santa Rosa de Lima.
Menurutnya, serangan terhadap warga sipil bisa menjadi strategi provokasi untuk memancing operasi militer federal besar-besaran di wilayah yang saat ini dikuasai CJNG.
Langkah tersebut, kata Saucedo, berpotensi merusak citra keamanan Meksiko di mata dunia.