-
Maarten Paes resmi pindah permanen ke Ajax Amsterdam dengan durasi kontrak hingga tahun 2029.
-
Ajax mengeluarkan biaya transfer fantastis melebihi Rp17 miliar karena sedang mengalami krisis penjaga gawang.
-
Jordi Cruyff berperan penting dalam proses transfer Maarten Paes karena pengalaman mereka sebelumnya.
Suara.com - Petualangan baru kini menanti sang tembok terakhir Timnas Indonesia di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda.
Klub raksasa Eredivisie yakni Ajax Amsterdam secara resmi telah memenangkan perburuan tanda tangan Maarten Paes.
Langkah berani ini diambil manajemen Ajax untuk memperkuat kedalaman skuad di bawah mistar gawang mereka.
Kepastian mengenai kepindahan sang pemain telah dikonfirmasi secara luas oleh pengamat transfer sepak bola dunia.
Melalui unggahan resminya, Fabrizio Romano menyematkan frasa ikonik yang menandakan kesepakatan tersebut sudah mencapai tahap akhir.
"Ajax setuju untuk merekrut Maarten Paes dari FC Dallas di MLS, kepindahan permanen," cuit Fabrizio Romano di media sosialnya.
Proses perpindahan ini menjadi sorotan tajam bagi para pecinta sepak bola di kawasan Asia maupun Eropa.
Banyak pihak mulai mempertanyakan urgensi di balik keputusan tim berjuluk De Godenzonen tersebut dalam merekrut kiper Indonesia.
Namun di balik layar, Ajax sebenarnya sedang menghadapi dilema besar pada komposisi penjaga gawang mereka sendiri.
Baca Juga: Alur Kepindahan dan Jadwal Tes Medis Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Hampir Gabung ke Feyenoord
Analisis mendalam dari salah satu media olahraga terkemuka Belanda memberikan gambaran mengenai situasi darurat di internal klub.
Ternyata terdapat kondisi yang mewajibkan tim tersebut untuk segera mencari pengganti yang kompeten untuk jangka panjang.
"Ajax serius mempertimbangkan kebutuhan mencari dua penjaga gawang untuk musim depan," tulis laporan Algemeen Dagblad.
Manajemen klub merasa khawatir dengan stabilitas pertahanan mereka jika tidak segera melakukan pergerakan di pasar transfer.
Faktor status kepemilikan pemain menjadi kendala utama bagi tim asuhan pelatih Ajax saat ini dalam merancang strategi.
"Kiper utama Vitezslav Jaros berstatus pinjaman dari Liverpool, sementara kiper cadangan Remko Pasveer (42) mendekati akhir kariernya," lanjut laporan tersebut.
Kombinasi antara pemain pinjaman dan kiper senior yang hampir pensiun membuat posisi ini sangat rawan kekosongan.
Maarten Paes pun dipandang sebagai sosok yang paling memenuhi kualifikasi untuk mengisi kekosongan peran tersebut nantinya.
Kepindahan ini bukanlah sebuah kesepakatan jangka pendek atau sekadar peminjaman pemain belaka antara kedua belah klub.
Ajax menunjukkan komitmen besar dengan menyodorkan proposal kontrak permanen yang memiliki durasi cukup signifikan bagi Paes.
Pihak klub percaya bahwa talenta yang dimiliki oleh kiper berusia 27 tahun ini sangat layak untuk investasi jangka panjang.
"Kontrak hingga 2029, tes medis adalah langkah selanjutnya," tambah Romano.
Dengan masa bakti selama beberapa tahun ke depan, Paes diharapkan mampu menjadi ikon baru di lini pertahanan mereka.
Besaran nilai transfer yang harus dikeluarkan untuk menebus Paes dari Liga Amerika Serikat pun kini mulai terungkap.
Angka yang disepakati oleh kedua klub mencerminkan kualitas Paes yang dianggap sudah matang di kompetisi internasional sebelumnya.
Dana yang tidak sedikit ini menjadi bukti nyata keseriusan manajemen Ajax dalam mengamankan jasa sang penjaga gawang.
Kini publik hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari klub setelah seluruh rangkaian tes medis diselesaikan pemain bersangkutan.
Menariknya terdapat sebuah benang merah yang menghubungkan antara manajemen Ajax dengan latar belakang karier internasional Maarten Paes.
Ternyata ada peran strategis dari sosok direktur teknis klub yang sudah mengenal potensi Paes sejak beberapa waktu lalu.
Kehadiran sosok penting ini di manajemen klub menjadi katalisator utama yang mempercepat proses negosiasi transfer sang pemain.
Wawasan luas yang dimiliki Jordi Cruyff mengenai kualitas pemain Indonesia memberikan keyakinan penuh bagi dewan direksi klub.
Hubungan profesional yang sudah terjalin sebelumnya mempermudah proses adaptasi visi bermain yang diinginkan oleh pihak Ajax Amsterdam.
Langkah ini juga menjadi ajang reuni bagi Paes untuk bekerja di bawah pengawasan sosok yang memahami kapasitas teknisnya.
Momen kepindahan ini juga dianggap sangat menguntungkan karena bertepatan dengan jadwal kompetisi di Amerika Serikat yang sedang libur.
Kondisi jeda kompetisi ini memungkinkan proses administrasi berjalan sangat mulus tanpa ada hambatan jadwal pertandingan yang padat.
Paes kini memiliki waktu yang cukup luas untuk menyesuaikan diri dengan kultur sepak bola Belanda sebelum musim baru dimulai.
Kesehatan fisik Paes yang sempat terganggu cedera hamstring di klub lamanya kini dipastikan sudah dalam kondisi yang sangat prima.
Seluruh penggemar di Indonesia kini menantikan babak baru perjalanan karier Paes untuk bersinar di kancah sepak bola benua Eropa.