Anomali Raksasa Eropa, 3 Raja Tersingkir Memalukan dari Persaingan Babak 16 Besar Liga Champions

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 29 Januari 2026 | 14:52 WIB
Anomali Raksasa Eropa, 3 Raja Tersingkir Memalukan dari Persaingan Babak 16 Besar Liga Champions
PSV Eindhoven (UEFA)
  • Tiga mantan juara Liga Champions yakni Marseille, PSV, dan Ajax resmi tersingkir musim ini.

  • Marseille gagal melaju ke babak playoff hanya karena kalah dalam produktivitas selisih gol.

  • Belanda kehilangan semua wakilnya di babak 16 besar setelah PSV dan Ajax gugur.

Klub yang berstatus sebagai juara Eredivisie musim lalu ini sama sekali tidak mampu menunjukkan taringnya secara konsisten.

Statistik menunjukkan bahwa mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang dari total delapan laga.

PSV terjerembab di posisi ke-28 klasemen akhir, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi manajemen dan para fans.

Hasil ini sangat kontras dengan potensi besar yang sempat mereka tunjukkan di awal babak fase grup.

Sangat ironis melihat PSV tersingkir setelah sebelumnya sempat memberikan kejutan luar biasa di beberapa pertandingan awal.

Mereka tercatat pernah mempermalukan tim kuat sekelas Liverpool dan Napoli dalam perjalanan fase grup musim ini.

Namun, kecemerlangan taktik Peter Bosz ternyata tidak mampu menjaga konsistensi tim hingga pertandingan pamungkas selesai digelar.

Momen emas tahun 1988 saat mereka menguasai Eropa kini hanya menjadi catatan sejarah yang gagal terulang kembali.

Ketidakkonsistenan di laga-laga krusial menjadi penyebab utama mengapa wakil Eindhoven ini harus angkat kaki lebih cepat.

Nasib yang lebih tragis dialami oleh Ajax Amsterdam yang merupakan tim dengan koleksi trofi terbanyak di daftar ini.

Klub raksasa Belanda ini tampil sangat buruk sepanjang fase grup dengan menelan enam kekalahan dari delapan pertandingan.

Perolehan dua kemenangan saja hanya mampu menempatkan mereka di posisi ke-32 dalam klasemen umum Liga Champions.

Kegagalan ini memastikan bahwa tidak ada satu pun wakil dari Negeri Kincir Angin yang tersisa di fase gugur.

Padahal, Ajax dikenal sebagai pabrik talenta dan tim yang memiliki filosofi sepak bola menyerang yang sangat disegani.

Sejarah mencatat bahwa Ajax adalah simbol kekuatan sepak bola dunia, terutama pada era emas tahun 1970-an.

Dominasi mereka di masa lalu seolah tidak berbekas jika melihat performa mereka yang sangat rapuh musim ini.

Klub ini juga sempat menambah koleksi trofi keempat mereka pada pertengahan tahun sembilan puluhan yang sangat legendaris.

Kini, Ajax harus melakukan evaluasi besar-besaran setelah terlempar dari persaingan elit klub-klub terbaik di seluruh daratan Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maarten Paes Ternyata Juga Dibidik Feyenoord

Maarten Paes Ternyata Juga Dibidik Feyenoord

Bola | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:24 WIB

Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang

Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang

Your Say | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:05 WIB

Hitung-hitungan Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam, Apa Saja Aturannya?

Hitung-hitungan Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam, Apa Saja Aturannya?

Bola | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:53 WIB

Terkini

FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:33 WIB

Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya

Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:25 WIB

Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar

Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:08 WIB

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:59 WIB

Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?

Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:48 WIB

Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia

Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:46 WIB

Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026

Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:34 WIB

Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara

Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:05 WIB

Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026

Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 09:49 WIB

Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi

Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 09:29 WIB