Anomali Raksasa Eropa, 3 Raja Tersingkir Memalukan dari Persaingan Babak 16 Besar Liga Champions

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 29 Januari 2026 | 14:52 WIB
Anomali Raksasa Eropa, 3 Raja Tersingkir Memalukan dari Persaingan Babak 16 Besar Liga Champions
PSV Eindhoven (UEFA)
  • Tiga mantan juara Liga Champions yakni Marseille, PSV, dan Ajax resmi tersingkir musim ini.

  • Marseille gagal melaju ke babak playoff hanya karena kalah dalam produktivitas selisih gol.

  • Belanda kehilangan semua wakilnya di babak 16 besar setelah PSV dan Ajax gugur.

Suara.com - Panggung megah Liga Champions musim 2025/2026 menyisakan duka mendalam bagi sejumlah tim elit yang punya sejarah panjang.

Kompetisi kasta tertinggi di Benua Biru ini secara resmi mendepak dua belas tim yang menghuni posisi terbawah klasemen.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak mengingat status mereka sebagai mantan penguasa sepak bola Eropa di masa lalu.

Para raksasa ini dipastikan tidak akan bisa melanjutkan perjuangan mereka untuk memperebutkan trofi Si Kuping Lebar musim ini.

Fenomena gugurnya para juara ini membuktikan bahwa sejarah besar tidak menjamin keamanan di format kompetisi terbaru.

Olympique Marseille menjadi tim pertama yang harus menelan pil pahit karena gagal menembus zona playoff.

Klub asal Prancis ini sebenarnya mampu mengumpulkan total sembilan poin dari delapan pertandingan yang telah dijalani.

Posisi mereka berada di urutan ke-25, tepat di ambang batas kelolosan yang sangat menyesakkan bagi para pendukung.

Secara statistik, perolehan poin mereka identik dengan catatan yang dibukukan oleh klub Benfica dan Bodo/Glimt.

Namun, faktor produktivitas dan pertahanan menjadi pembeda yang membuat langkah Les Phoceens terhenti seketika.

Ketidakberuntungan Marseille sangat terasa karena mereka harus kalah bersaing hanya dalam urusan selisih gol di klasemen.

Padahal, publik sepak bola dunia tentu masih ingat kejayaan mereka saat berhasil menumbangkan AC Milan pada 1993.

Kini, kenangan manis tersebut terasa sangat jauh karena mereka gagal bersaing dengan tim-tim yang lebih dinamis.

Absennya Marseille di babak 16 besar menjadi kehilangan besar bagi representasi kekuatan sepak bola Liga Prancis.

Beralih ke perwakilan dari Belanda, PSV Eindhoven juga dipastikan harus mengakhiri perjalanan internasional mereka lebih awal.

Klub yang berstatus sebagai juara Eredivisie musim lalu ini sama sekali tidak mampu menunjukkan taringnya secara konsisten.

Statistik menunjukkan bahwa mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang dari total delapan laga.

PSV terjerembab di posisi ke-28 klasemen akhir, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi manajemen dan para fans.

Hasil ini sangat kontras dengan potensi besar yang sempat mereka tunjukkan di awal babak fase grup.

Sangat ironis melihat PSV tersingkir setelah sebelumnya sempat memberikan kejutan luar biasa di beberapa pertandingan awal.

Mereka tercatat pernah mempermalukan tim kuat sekelas Liverpool dan Napoli dalam perjalanan fase grup musim ini.

Namun, kecemerlangan taktik Peter Bosz ternyata tidak mampu menjaga konsistensi tim hingga pertandingan pamungkas selesai digelar.

Momen emas tahun 1988 saat mereka menguasai Eropa kini hanya menjadi catatan sejarah yang gagal terulang kembali.

Ketidakkonsistenan di laga-laga krusial menjadi penyebab utama mengapa wakil Eindhoven ini harus angkat kaki lebih cepat.

Nasib yang lebih tragis dialami oleh Ajax Amsterdam yang merupakan tim dengan koleksi trofi terbanyak di daftar ini.

Klub raksasa Belanda ini tampil sangat buruk sepanjang fase grup dengan menelan enam kekalahan dari delapan pertandingan.

Perolehan dua kemenangan saja hanya mampu menempatkan mereka di posisi ke-32 dalam klasemen umum Liga Champions.

Kegagalan ini memastikan bahwa tidak ada satu pun wakil dari Negeri Kincir Angin yang tersisa di fase gugur.

Padahal, Ajax dikenal sebagai pabrik talenta dan tim yang memiliki filosofi sepak bola menyerang yang sangat disegani.

Sejarah mencatat bahwa Ajax adalah simbol kekuatan sepak bola dunia, terutama pada era emas tahun 1970-an.

Dominasi mereka di masa lalu seolah tidak berbekas jika melihat performa mereka yang sangat rapuh musim ini.

Klub ini juga sempat menambah koleksi trofi keempat mereka pada pertengahan tahun sembilan puluhan yang sangat legendaris.

Kini, Ajax harus melakukan evaluasi besar-besaran setelah terlempar dari persaingan elit klub-klub terbaik di seluruh daratan Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maarten Paes Ternyata Juga Dibidik Feyenoord

Maarten Paes Ternyata Juga Dibidik Feyenoord

Bola | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:24 WIB

Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang

Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang

Your Say | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:05 WIB

Hitung-hitungan Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam, Apa Saja Aturannya?

Hitung-hitungan Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam, Apa Saja Aturannya?

Bola | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Prediksi Skor Belgia vs Mesir: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Belgia vs Mesir: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 13:53 WIB

Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola

Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 12:35 WIB

Timnas Uruguay Alami Keterlambatan Pesawat Parah Menjelang Laga Perdana Melawan Arab Saudi

Timnas Uruguay Alami Keterlambatan Pesawat Parah Menjelang Laga Perdana Melawan Arab Saudi

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 12:24 WIB

Arab Saudi vs Uruguay: Georgios Donis Bidik Kejutan Besar di Piala Dunia 2026

Arab Saudi vs Uruguay: Georgios Donis Bidik Kejutan Besar di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 12:16 WIB

Virgil van Dijk Jadi Sorotan usai Jepang Bikin Timnas Belanda Gagal Menang

Virgil van Dijk Jadi Sorotan usai Jepang Bikin Timnas Belanda Gagal Menang

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 12:09 WIB

Pakai Cara Tak Biasa, Instruksi Taktik Hajime Moriyasu di Laga Belanda Vs Jepang Viral

Pakai Cara Tak Biasa, Instruksi Taktik Hajime Moriyasu di Laga Belanda Vs Jepang Viral

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB

FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

FIFA Boncos! Tetap Bayar Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:33 WIB

Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya

Portugal Favorit Juara Piala Dunia 2026 Versi Bek Persib, Intip Alasannya

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:25 WIB

Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar

Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 11:08 WIB

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:59 WIB