- Alessandro Costacurta menganggap kemarahan Rafael Leao saat diganti bukan karena keputusan pelatih Allegri di laga kontra Lazio.
- Penyebab utama kemarahan Leao adalah karena rekan setimnya, Christian Pulisic, gagal memberikan umpan krusial untuk mencetak gol.
- Kekalahan 0-1 dari Lazio membuat AC Milan tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan.
Suara.com - Legenda AC Milan, Alessandro Costacurta, menilai kemarahan Rafael Leao saat diganti dalam kekalahan 0-1 dari Lazio bukan semata disebabkan karena keputusan Max Allegri.
Menurutnya, bintang Portugal itu justru lebih kesal kepada rekannya, Christian Pulisic.
Dalam laga Serie A di Stadio Olimpico, Leao ditarik keluar pada menit ke-65 oleh pelatih Massimiliano Allegri. Ia terlihat bereaksi emosional di pinggir lapangan dan bahkan tampak menolak pelukan sang pelatih.
Costacurta menilai kemarahan Leao sebenarnya dipicu oleh momen beberapa saat sebelum pergantian pemain. Saat itu, Pulisic dianggap gagal memberikan umpan yang bisa membuat Leao berada dalam posisi mencetak gol.
“Saya terkejut, meskipun Leao beberapa kali melepaskan tembakan bagus, Pulisic tidak memberinya bola,” kata Costacurta di Sky Calcio Club.
Ia bahkan mengaku ikut bereaksi seperti Leao saat menonton pertandingan tersebut.
“Saya sampai memberi isyarat, ‘berikan bolanya kepadanya!’ Dia bukan marah karena diganti, tapi karena tidak diberi umpan.”
Kekalahan dari Lazio membuat Milan semakin tertinggal dalam perburuan gelar.
Rossoneri kini terpaut delapan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan dengan sembilan pertandingan tersisa.
Baca Juga: Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
Situasi semakin menekan karena juara bertahan Napoli kini hanya terpaut satu poin di belakang Milan.
Costacurta menilai laga melawan Lazio seharusnya menjadi kesempatan besar untuk memberi tekanan pada pemimpin klasemen.
“Delapan poin dengan sembilan laga tersisa itu banyak. Jika saya berada di tim itu, saya mulai melihat tim-tim yang mengejar dari belakang,” ujar Costacurta.
Menurutnya, Milan sebenarnya tampil cukup baik, tetapi kehilangan momentum sejak awal pertandingan. Ia menegaskan bahwa pesan yang ditunjukkan tim pada 10 menit pertama sangat menentukan jalannya laga.
Kontributor: M.Faqih