-
Layvin Kurzawa batal menjalani debut bersama Persib karena masalah kebugaran fisik yang belum optimal.
-
Bojan Hodak memprioritaskan keselamatan pemain baru demi menghindari risiko cedera otot yang membahayakan.
-
Dion Markx dijadwalkan segera bergabung dengan Persib dalam waktu dekat untuk memperkuat lini pertahanan.
Suara.com - Harapan pendukung setia Maung Bandung untuk melihat aksi perdana Layvin Kurzawa di lapangan hijau harus tertahan.
Pemain yang baru saja didatangkan tersebut dipastikan tidak akan memperkuat Persib Bandung pada laga pekan ke-19.
Pertandingan BRI Super League 2025/26 kontra Persis Solo dianggap terlalu dini bagi sang pemain bertahan tersebut.
Meskipun statusnya sudah resmi, staf kepelatihan belum ingin memberikan beban kompetisi tinggi kepada talenta baru mereka.
Hal ini bertujuan agar proses adaptasi sang pemain berjalan sempurna tanpa gangguan masalah kesehatan yang fatal.
Kurzawa sebenarnya sudah mulai memanaskan mesin dengan bergabung dalam sesi latihan di kawasan GBLA Bandung.
Aktivitas pada Rabu kemarin menjadi momen pertama kalinya ia mengenakan seragam latihan resmi klub asal Jawa Barat.
Kendati demikian, durasi dan intensitas latihan yang dijalani oleh mantan penggawa timnas Prancis tersebut masih dibatasi.
Pemain bertalenta ini hanya mengikuti fase pemanasan awal bersama rekan-rekan setimnya di bawah arahan tim pelatih.
Baca Juga: Misi Kemanusiaan Viking Persib Club: Ubah Jersey Marc Klok Jadi Ribuan Porsi Makanan di Cisarua
Setelahnya, ia harus memisahkan diri untuk menjalani menu khusus guna mengembalikan level kebugaran ototnya secara bertahap.
Kepala pelatih Bojan Hodak mengambil sikap waspada terkait kondisi fisik pemain yang baru saja mendarat tersebut.
Tim medis dan pelatih fisik merekomendasikan agar tidak ada percepatan jadwal debut yang bisa berakibat cedera serius.
Strategi ini diambil agar Kurzawa bisa memberikan kontribusi jangka panjang bagi ambisi juara Persib di liga.
Risiko cedera otot menjadi kekhawatiran utama jika seorang pemain dipaksa bertanding tanpa persiapan fisik yang mumpuni.
Bojan Hodak secara terbuka menyampaikan bahwa sang pemain membutuhkan waktu lebih untuk mencapai performa puncak di lapangan.
"Kurzawa tidak dibawa karena harus berlatih dan tidak bisa hanya datang lalu bermain. Mereka bisa cedera jika melakukan itu," ujar Hodak.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas teknis harus dibarengi dengan kesiapan metabolisme tubuh yang sangat prima.
Nama Kurzawa pun dipastikan tidak masuk dalam daftar rombongan pemain yang akan diberangkatkan menuju markas Laskar Sambernyawa.
Manajemen tim memilih untuk membiarkan sang pemain tetap berada di Bandung guna mematangkan program pemulihan fisiknya.
Keputusan ini juga memberikan kesempatan bagi pemain lokal lainnya untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka di posisi tersebut.
Selain fokus pada Kurzawa, perhatian manajemen Persib kini juga terbagi pada proses kedatangan talenta muda lainnya.
Dion Markx menjadi nama yang paling dinantikan kehadirannya untuk memperkuat sektor pertahanan tim kebanggaan Bobotoh tersebut.
Pemain bertahan yang baru menginjak usia 20 tahun itu dikabarkan akan segera menginjakkan kaki di tanah air.
Proses administrasi dan logistik perjalanan sang pemain disebut sudah memasuki tahap akhir menuju penyelesaian oleh manajemen.
Kehadiran bek muda ini diproyeksikan akan memberikan kedalaman skuad yang lebih variatif bagi strategi rotasi pelatih.
"Dia bicara pada saya dalam 48 jam," kata Hodak mengenai waktu pasti mendaratnya Dion Markx ke Indonesia.
Artinya, dalam waktu dekat persaingan di lini belakang Persib Bandung akan semakin ketat dengan tambahan personel baru.
Kehadiran pemain-pemain berkualitas ini diharapkan mampu menambal kekurangan yang selama ini terlihat dalam beberapa laga terakhir.
Bojan Hodak terus berkomunikasi secara intensif dengan calon pemainnya tersebut untuk memastikan kesiapan mental sang pemain muda.
Adaptasi cepat menjadi kunci utama agar Dion Markx bisa langsung menyatu dengan atmosfer sepak bola nasional yang kompetitif.
Rombongan skuad Maung Bandung dijadwalkan akan memulai perjalanan darat menuju Solo pada hari Kamis ini.
Stadion Manahan akan menjadi saksi perjuangan tim tamu untuk mencuri poin penuh dari tangan tuan rumah Persis.
Persiapan taktis telah dimatangkan selama sesi latihan terakhir sebelum mereka bertolak menuju lokasi pertandingan di Jawa Tengah.
Pelatih menekankan pentingnya konsentrasi tinggi sejak menit awal agar tidak kehilangan momentum penting untuk mencetak gol.
Kemenangan menjadi target mutlak guna menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara musim kompetisi tahun ini.
"Kemenangan itu penting, hampir semuanya berjalan bagus kecuali penyelesaian akhir. Kami harus bekerja untuk itu," tutur Hodak.
Aspek efisiensi dalam memanfaatkan peluang menjadi catatan khusus yang terus diperbaiki oleh staf kepelatihan Persib Bandung.
Banyaknya peluang yang terbuang pada laga-laga sebelumnya menjadi bahan evaluasi mendalam bagi para penyerang sayap maupun tengah.
Latihan khusus penyelesaian akhir telah dilakukan secara intensif untuk mengasah ketajaman insting mencetak gol para pemain depan.
Koordinasi antar lini juga terus ditingkatkan agar aliran bola ke zona pertahanan lawan menjadi lebih mematikan.
"Mereka sudah jauh lebih baik. Bahkan di laga terakhir melawan Borneo FC, mereka tidak pantas untuk kalah," ucap sang pelatih.
Kegagalan meraih poin maksimal di pertandingan sebelumnya menjadi pelecut semangat bagi para pemain untuk bangkit kembali.
Keyakinan akan kualitas tim tetap terjaga meskipun hasil akhir terkadang tidak berpihak pada dominasi permainan di lapangan.
Bojan Hodak optimis bahwa anak asuhnya memiliki kapasitas mental untuk membalikkan keadaan dan meraih hasil positif pekan ini.