- Jairo Riedewald, pemain keturunan Indonesia, menunjukkan performa baik di Sheffield United sejak bergabung Oktober 2025.
- PSSI menghentikan proses naturalisasi sebab Riedewald sudah tiga kali bermain untuk timnas senior Belanda.
- Konsultasi hukum PSSI menyimpulkan proses pindah federasi sangat sulit, berisiko tinggi, dan membuang biaya.
Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Jairo Riedewald telah menghidupkan lagi kariernya dengan Sheffield United.
Jairo Riedewald tengah berada dalam salah satu periode terbaik dalam kariernya.
Bergabung dengan The Blades pada Oktober 2025 sebagai pemain bebas transfer, gelandang berusia 29 tahun ini langsung memberikan dampak signifikan.
Musim ini, ia telah menjadi bagian penting dari tim dengan catatan 14 penampilan dan sumbangan dua gol.
Statusnya sebagai starter dalam 71 persen laga membuktikan betapa vital perannya di lini tengah.
Namun, performa apik tersebut tidak akan bisa dinikmati oleh Timnas Indonesia.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, secara terbuka menjelaskan mengapa federasi mengambil keputusan berat untuk menghentikan proses ini.
Alasan utamanya adalah status Riedewald yang sudah pernah memperkuat tim nasional senior Belanda sebanyak tiga kali. Hal ini membuatnya terganjal regulasi FIFA untuk bisa berpindah federasi.
“Transparansi sangat penting karena tidak ada gunanya melanjutkan proses naturalisasi jika pemain tersebut tidak bisa dimainkan,” ujar Arya Sinulingga.
Baca Juga: John Herdman Terima Masukan Pemain Timnas Indonesia untuk Asisten Pelatih Lokal
Arya menjelaskan bahwa PSSI telah menempuh jalur konsultasi hukum, namun hasilnya tidak memuaskan dan berisiko tinggi secara finansial.
“Faktanya, Riedewald sudah beberapa kali bermain untuk tim nasional Belanda. Kami berkonsultasi dengan pengacara dan mereka mengatakan ini sangat sulit, peluangnya tipis, dan hanya akan menjadi pemborosan uang,” kata Arya.
“Masalah hukum membutuhkan banyak uang. Dengan peluang keberhasilan yang sangat rendah, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan,” sambungnya.
Arya juga menegaskan bahwa kasus Riedewald berbeda dengan pemain lain seperti Maarten Paes, yang prosesnya masih memiliki celah hukum untuk diperjuangkan. Bagi Riedewald, pintu tersebut dianggap sudah tertutup rapat.