- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyampaikan pidato emosional pro-Palestina pada konser amal di Barcelona, Kamis malam (29/1/2026).
- Guardiola, mengenakan keffiyeh, menyerukan solidaritas global atas penderitaan anak-anak Palestina di hadapan sekitar 12.000 penonton.
- Ia mengecam pemimpin dunia yang dianggap pengecut serta menekankan bahwa sikap diam merupakan tujuan utama dari tindakan kekerasan tersebut.
Suara.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyita perhatian publik setelah menyampaikan pidato emosional pro-Palestina dalam sebuah konser amal di Barcelona, Kamis malam (29/1/2026) waktu setempat.
Dalam acara bertajuk Act x Palestine yang digelar di arena Palau Sant Jordi, Guardiola tampil mengenakan keffiyeh hitam-putih khas Palestina dan menyerukan solidaritas global terhadap penderitaan anak-anak Palestina.
Aksi ini dilakukan hanya sehari setelah Guardiola memimpin Manchester City meraih kemenangan 2-0 atas Galatasaray di Liga Champions.
Di hari liburnya itu, pelatih asal Spanyol tersebut hadir sebagai pembicara di acara kemanusiaan yang dihadiri sekitar 12.000 penonton.
![Suara Lantang Pep Guardiola Dukung Palestina, Kritik Dunia yang Dianggap Tutup Mata [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/18/63653-pep-guardiola.jpg)
Dalam pidatonya, Guardiola mengungkapkan kepedihan mendalam saat melihat penderitaan anak-anak Palestina yang beredar luas di media sosial dan televisi.
“Saya selalu teringat gambar anak-anak yang menangis, bertanya ‘di mana ibuku?’ di tengah reruntuhan. Saya membayangkan mereka berkata, ‘Di mana kalian? Tolong kami.’ Dan saya merasa kita telah meninggalkan mereka,” ujar Guardiola dilansir dari Dailymail.
“Mereka yang berkuasa adalah para pengecut. Mereka mengirim orang-orang muda yang tidak bersalah untuk membunuh orang-orang tak bersalah lainnya, sementara mereka sendiri hidup nyaman di rumah dengan pemanas dan pendingin udara.”
Guardiola menegaskan bahwa sikap diam adalah tujuan utama kekerasan.
“Bom tidak hanya menghancurkan bangunan, tapi juga ingin menciptakan keheningan. Mereka ingin kita berpaling. Dan itulah yang harus kita lawan. Kita tidak boleh melihat ke arah lain.”
Baca Juga: 3 Pemain Incaran Pep Guardiola di Bursa Transfer Musim Panas, Ada Keturunan Suriname
“Kami berdiri di sisi yang lemah, yang dalam konteks ini adalah Palestina. Tapi ini bukan hanya tentang Palestina, ini tentang kemanusiaan. Ini adalah pernyataan untuk Palestina, dan juga pernyataan untuk seluruh umat manusia.”
Ini bukan pertama kalinya Pep Guardiola menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Pada November lalu, ia juga menyerukan dukungan untuk pertandingan amal Palestina vs Catalonia.
“Ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah seruan solidaritas dan penghormatan bagi lebih dari 400 atlet yang gugur di Gaza,” katanya kala itu.
“Dunia telah meninggalkan Palestina. Kita tidak melakukan apa-apa. Mereka tidak bersalah dilahirkan di sana. Saya tidak percaya pada para pemimpin dunia. Mereka akan melakukan apa saja demi mempertahankan kekuasaan.”
Kontributor: Adam Ali